
Kok gagah? ”Ya, susah juga kan. Masak senyum-senyum terus, ini kan baju militer,” kata Letnan Ari Yusviqi dari Pusat Penerangan TNI, yang melatih para anggota TNI ini berjalan di atas catwalk. Kali ini memang para anggota TNI sendiri, sebagai pengguna sehari-hari seragam itu, yang menampilkan 80 seragam dari Angkatan Darat, Laut, dan Udara.
Lokasinya juga supereksklusif, yaitu di atas kapal perang KRI Banjarmasin 592, kapal terbaru milik TNI AL yang baru selesai diproduksi PT PAL akhir tahun 2010. Di atasnya, langit memayungi perlayaran dari Jakarta ke Kepulauan Seribu, pulang-pergi, Minggu (16/1). Tidak dinyana, peragaan menjadi kejutan dalam acara perkenalan Kepala Pusat Penerangan TNI Marsekal Muda Iskandar Sitompul dengan para pemimpin redaksi media massa.
Peragaan busana dibuka dengan dua marinir berpakaian hitam-hitam yang turun bergantungan terbalik dengan tali. Selanjutnya, deretan baju pakaian dinas harian (PDH) diperagakan enam prajurit, perempuan dan laki-laki dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Marinir, dan Paskhas, tampil ke depan. Para prajurit tamtama hingga perwira menengah yang memeragakan berjalan dengan langkah percaya diri setelah berpose bersama di awal panggung.
Para peserta pelayaran yang sebagian besar dari PT Datascript yang ikut menjadi penyelenggara acara ini berlarian ke arah panggung. Para prajurit pun tak mau kalah. Mereka malah menuruni tangga panggung dan berpose di antara penonton. Wajah mereka, walau tidak galak, tetap terlihat dingin dan sedikit angkuh. ”Ganteng-ganteng juga ya,” kata seorang gadis muda berkulit putih pada temannya.
Seusai seragam loreng-loreng itu ditampilkan, giliran pakaian resmi, yaitu pakaian dinas upacara. Ada empat golongan pakaian dinas upacara (PDU). PDU I biasa dipakai pada upacara pelantikan, peringatan Hari Pahlawan, atau acara pernikahan. Khusus untuk yang dari AL dilengkapi dengan pedang keemasan. Sementara PDU II dipakai untuk menghadiri resepsi yang diselenggarakan angkatan perang negara asing yang berada di Indonesia. Dijelaskan juga ciri khas beberapa seragam, seperti seragam Polisi Militer, di ketiga angkatan selalu berbaret biru dengan ikat pinggang putih.
Yang menarik perhatian tentunya prajurit-prajurit perempuan, seperti wanita Angkatan Udara (wara) yang hadir dengan overall warna oranye mencolok, seragam penerbang. Ada juga yang menjadi mekanik pesawat dan ada juga pramugari yang tersenyum manis, serasi dengan aksen pita kerut-kerut yang ia kenakan sebagai dasi.
Para model ini berpose dengan karakter masing-masing. Ada anggota Kopassus yang tangannya dilipat di dada. Ada juga prajurit berbaret hijau yang mengangkat tangan membentuk siku-siku dan memamerkan otot bisepsnya. Perempuan-perempuannya juga tidak mau kalah. Tampil dengan seragam loreng yang merupakan pakaian dinas lapangan yang dipakai di antaranya untuk jaga malam ksatrian, para Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad), Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal), dan Wara terlihat independen.
Yusviqi menuturkan, mereka tidak sempat latihan banyak. Hanya sempat dua jam latihan untuk semuanya di Mabes TNI. Lalu diulang beberapa jam sebelum tampil di atas kapal. Itu pun dengan tata panggung yang berubah. Untuk mengakalinya, para prajurit yang bakal menjadi model malam itu diminta mulai memerhatikan majalah-majalah fashion. Tak heran, pose mereka kemudian bisa bervariasi juga. ”Tadinya mereka gugup juga. Eh begitu banyak kamera yang foto-foto, ternyata sadar kamera juga. Eksis dan narsis,” cerita Yusviqi.
Aksi paling galak muncul saat para pasukan khusus antiteror dari ketiga angkatan muncul menjelang akhir peragaan busana. Tanpa senyum sedikit pun, kacamata hitam, dan seragam hitam-hitam, mereka membidikkan senapannya ke arah penonton. Toh, habis itu mereka ramah juga saat didaulat untuk berfoto-foto dengan penonton.
Iskandar Sitompul yang menggagas acara itu ingin supaya seragam TNI dikenal masyarakat. Satu hal ia akui, seragam itu tidak ada perancangnya. Secara internasional, walau ada konsensus, juga tidak mengikat seratus persen. ”Biasanya kita ikutin aja dari luar negeri, misalnya dasi kupu-kupu untuk pakaian resmi, ya itu yang kami tiru,” cerita Iskandar.
Kepala Dinas Penerangan Umum Kolonel Minulyo bercerita, konsep seragam yang dibuat adalah kelompok kerja di masing-masing angkatan. Semua spesifikasi seragam dibukukan secara teknis dalam buku panduan Pakaian Dinas TNI.
Kalaupun pernah ada perubahan rancangan, itu karena segi kepraktisan saja tanpa ada konsep desain yang kuat di dalamnya. ”Dulu pangkatnya, misalnya, pakai logam, sekarang kan dibordir,” katanya.
Ada juga perubahan karena fungsi. Namun, ini lebih karena kiblat seragam, seperti AS juga mengubah bentuknya. Hal ini, misalnya ada perubahan pada kantong yang tadinya lurus, jadi miring di pakaian dinas lapangan, karena kantong yang miring lebih gampang untuk diraih daripada kantong yang mulutnya lurus horizontal.
Padahal, seragam selain menunjang fungsi, juga memiliki fungsi estetika, terutama untuk pakaian dinas yang dipergunakan untuk resepsi resmi dengan negara sahabat. Penambahan aksen, seperti batik atau tenun ikat dengan konsep yang jelas sehingga tidak menghilangkan citra militer yang tegas, akan memperkuat fungsi duta bangsa TNI di mata rekan-rekan militer negara lain.
Sumber: KOMPAS
Berita Terkait:
INDONESIA
- Proses Pengecatan Leopard 2A4 Dan Marder 1A3 TNI AD
- Kemhan : Indonesia-Rusia Belum Sepakat Hibah Kapal Selam
- Foto Kedatangan Leopard 2A4 Dan Marder 1A3
- 2014, Dua Helikopter Apache Tiba Di Indonesia
- Indonesia dan Polandia Jajaki Kerjasama Produksi Bersama Alutsista
- Dua Su-30MK2 TNI AU Tiba Di Makasar
- Komisi I Siap Awasi Pengadaan Helikopter Apache
- Indonesia Kirim Degelasi Ke Rusia Untuk Tinjau 10 Kapal Selam
- Kemhan Kirim Tim untuk Pelajari Spesifikasi Apache
- Menhan Tempatkan Satu Squadron Apache Di dekat Laut China Selatan
- Selain Apache AH-64E, Indonesia Juga Tertarik Dengan Chinook
- Komisi I Dukung Pengadaan Satelit Untuk Pertahanan Negara
- Darurat , Tol Jagorawi Dijadikan Landasan Pesawat Tempur
- Rusia - AS Saling Berlomba Dalam Pengadaan Alutsista Indonesia
- Komisi I : Kami Berharap AS Turut Berpartisi Dengan Industri Pertahanan RI
- Komisi I Mendukung Tawaran 10 Kapal Selam Bekas Dari Rusia
- Rusia Tawarkan 10 Kapal Selam Bekas Kepada Indonesia
- 2014, Pemerintah Mengalokasikan Rp 83,4 Triliun Untuk Kementerian Pertahanan.
- Ketua KNKT : Lanud Polonia Harus Aman Untuk F-16
- Hari ini, 4 Kapal Perang Indonesia Show Force Balas Provokasi Malaysia
- KSAD : Helikopter Apache Akan Tiba 2018
- Korsel Kembangkan Internal Waepon Bay Untuk Pesawat Tempur K/IFX
- Islamic Development Bank Fasilitasi Kredit Ekspor Untuk PT DI
- Perancis Tingkatkan Kerjasama Pertahanan Dengan Indonesia
- Indonesia Kurang Teliti Dalam Pengadaan Pesawat Super Tucano Dari Brasil
TNI
- 2014, Pemerintah Mengalokasikan Rp 83,4 Triliun Untuk Kementerian Pertahanan.
- Dilema Pengadaan Alutsista TNI : Baru, Bekas Atau Rekondisi?
- Indonesia Butuh Satu Dekade Lagi Untuk Pemenuhan Alutsista
- Komisi I : Kemhan Usulkan Tambahan Anggaran Untuk Pengadaan Apache Dan Hercules
- Pengamat : Alutsista TNI Harus Bisa Bantu Sipil Saat Darurat
- Komisi I Akan Dorong Tambahan Anggaran Kesejahteraan TNI di APBN-P 2013
- Panglima TNI : TNI Akan Melakukan Latihan Terbesar Tahun 2014
- Presiden: Logistik dan Distribusi, Kunci Utama Alutsista TNI
- Presiden Janjikan Modernisasi Alutsista TNI Tuntas 2014
- Besok, 16 Ribu Prajurit TNI Latihan Tempur Di Situbondo
- Presiden : Alutsista Indonesia Harus Lebih Besar Dan Modern Dari Tetangga
- PT DI Siap Kirim 10 Helikopter & 7 Pesawat Pesanan TNI
- Panglima TNI : Komnas HAM Itu Biadab!
- Pengerahan Pasukan TNI Di Papua Tunggu Perintah Dari Presiden
- Kemenhan Percepat Realisasi Modernisasi Alutsista TNI Sampai 2019
- Komisi I Minta TNI Laksanakan Pengadaan Alutsista Secara Maksimal
- Panglima TNI : 2014, Kekuatan Minimum TNI Capai 38% dari Target
- Prajurit Kodam Siliwangi Jaga Perbatasan Indonesia - Papua Nugini
- 2012, TNI Belanja Alutsista Habiskan Rp 53,2 triliun
- Menhan : Alutsista TNI Membaik Tiga Tahun Kedepan
- TNI Rekrut 16 Calon Perwira Penerbang
- Kemhan Serahkan Pengajuan Anggaran Optimalisasi 2013 ke TNI
- Kemhan : Alutsista 2013 Akan Semakin Moderen
- Tim Inspeksi PBB Periksa Kesiapan Alutsista TNI Di Lebanon
- Menhan : Prajurit Harus Memiliki Semangat Juang, Walaupun Alutsista Terbatas
0 komentar:
Post a Comment