ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Monday, February 7, 2011 | 1:28 PM | 0 Comments

    Militer Thailand dan Kamboja Bentrok


    Sebuah foto yang menunjukkan Kuil Preah Vihear di Provinsi Preah Vihear, sekitar 500km di utara Phnom Penh, di perbatasan dengan Thailand, pada 24 Januari 2010

    BANGKOK, KOMPAS.com - Bentrokan pecah antara militer Thailand dan Komboja di sepanjang perbatasan kedua negara, Minggu (6/2/2011), di dekat kuil yang disengketakan. Bentrokan itu mengahiri kesepakatan gencatan senjata setelah pertempuran yang menewaskan sedikitnya lima orang. "Kami bertempur sekarang. Mereka (pasukan Thailand di seberang perbatasan) menembaki kami lebih dulu," kata komandan tentara Kamboja kepada kantor berita Perancis AFP.

    Juru bicara tentara Thailand Kolonel Sunsern Kaewkumnerd memastikan kerusuhan baru itu, tapi menuduh pihak Kamboja sebagai pemicu dengan melepaskan "kembang api" dan menembak. "Thailand membalas. Pertempuran itu masih berlangsung. Tidak ada laporan tentang korban," katanya.

    Seorang tentara Kamboja, yang tidak ingin disebutkan namanya, menyatakan, mortir, roket dan senjata berat digunakan dalam baku tembak itu. Bentrokan terbaru itu, yang meletus pada sekitar pukul 18.35 waktu setempat (18.35 WIB), terjadi sehari setelah negara bertetangga itu menyetujui gencatan senjata untuk mengakhiri pertempuran sengit di sekitar candi abad ke-11 Preah Vihear. Kedua pihak mendaku tanah di sekitar kuil itu dan pengamat menyatakan, sengketa tersebut digunakan sebagai titik simpul untuk membangkitkan rasa kebangsaan di Thailand dan Kamboja.

    Bentrok ketiga dengan senjata berat dalam beberapa hari terjadi, meski kepastian dari Thailand dan Kamboja pada Minggu bahwa mereka bekerja untuk meredakan ketegangan perbatasan tersebut. Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva, yang menghadapi tekanan dari kelompok kuat "Kaus Kuning" di dalam negerinya atas penanganan masalah itu, mengatakan, "Tentara dan kementerian luar negeri kedua negara tersebut bekerja untuk memulihkan keadaan."

    Komandan tentara Kamboja yang ditempatkan di Preah Vihear menyatakan, tentara Thailand dan Kamboja mengadakan pembicaraan untuk memperbaiki keadaan tersebut, meskipun ia mengingatkan bahwa suasana tetap "tegang" dan kedua pihak "masih siaga". Hubungan di antara kedua negara tetangga itu tegang sejak candi itu diberi kedudukan Warisan Dunia oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Juli 2008.

    Pengadilan Dunia pada 1962 memutuskan Preah Vihear milik Kamboja, walaupun pintu masuk utamanya terletak di Thailand dan wilayah 4,6 kilometer persegi di sekitar candi itu didaku kedua pihak tersebut.

    Kamboja menyatakan, dua tentara dan satu warganya tewas dalam pertempuran hari Jumat, sementara Thailand menyatakan warga desa di sisi perbatasannya juga meninggal. Satu tentara Thailand tewas dalam kelanjutan bakutembak singkat pada Sabtu pagi. Media di kedua negara itu menyatakan jumlah korban bisa jauh lebih tinggi, tetapi koran Thailand menyatakan, 64 tentara Kamboja tewas. Di seberang perbatasan, dilaporkan bahwa sedikitnya 30 tentara Thailand tewas.

    Ribuan orang mengungsi saat desa dikosongkan di kedua sisi perbatasan itu ketika pertempuran meletus. Tapi Somsak Suwansujarit, gubernur propinsi perbatasan Thailand Sri Sa Ket, menyatakan warga sudah mulai kembali ke rumah mereka.

    Ketegangan berkobar dalam beberapa pekan belakangan setelah penangkapan tujuh warga Thailand akibat masuk secara gelap ke Kamboja pada akhir Desember. Dua dari mereka dijatuhi hukuman penjara untuk aktivitas mata-mata, dalam perkara yang menyebabkan kemarahan di kalangan nasionalis Kaus Kuning. Sekitar 5.000 massa Kaus Kuning berkumpul di luar gedung pemerintah di Bangkok, Sabtu. Mereka menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva atas masalah itu.

    Sumber: KOMPAS

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.