ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Friday, February 12, 2010 | 9:10 AM | 0 Comments

    AS Kecam Deklarasi Iran sebagai Negara Nuklir

    WASHINGTON, KOMPAS.com — Gedung Putih benar-benar dibuat "gatal" oleh Iran. Deklarasi sebagai negara nuklir yang dikumandangkan Presiden Ahmadinejad dalam peringatan ke-31 Revolusi Islam di Teheran, kemarin, benar-benar membuat panas telinga Amerika.

    Kecaman pun mengalir deras. Mereka memandang Iran bukan lagi mengembangkan nuklir semata-mata untuk kepentingan damai, tetapi bermotif politis. Apalagi situasi domestik Iran kini juga tengah memanas.

    Sekelompok senator dari Partai Republik pun memperkenalkan adanya rancangan undang-undang yang bertujuan untuk memberikan dukungan terbuka dari AS untuk demonstran antipemerintah di Teheran. Mereka melihat Iran adalah negara yang lapar untuk kebebasan dan Amerika mempunyai kewajiban untuk mendukung mereka.

    "Apa yang mereka lakukan itu yang didasarkan pada politik, bukan pada fisika," kecam Robert Gibbs, juru bicara kepresidenan.

    "Program nuklir itu telah mengalami serangkaian masalah sepanjang tahun. Banyak hal yang disampikan Presiden Mahmoud Ahmadinejad ternyata tidak benar," katanya.

    "Kami tidak percaya bahwa mereka memiliki kemampuan untuk memperkaya urainum ke tingkat yang selama ini mereka gembar-gemborkan," kata Gibbs.

    Sepeti diwartakan sebelumnya, Ahmadinejad mengumumkan bahwa Iran telah menghasilkan sebuah "saham pertama" dari 20 persen uranium yang diperkaya. Iran juga sesumbar mampu memperkaya uranium itu sampai 80 persen, tetapi hal itu tidak akan dilakukannya.

    Gibbs mengesampingkan pertanyaan baru tentang China yang jelas-jelas menentang keras sanksi baru terhadap Iran lantaran menolak kesepakatan internasional. "China telah dan akan terus memainkan peran yang konstruktif. Kami percaya itu dan saya pikir mereka percaya bahwa kepentingan mereka tidak untuk mengikuti perlombaan senjata di seluruh dunia," kata Gibbs.

    "Ini jelas tidak dalam kepentingan mereka secara ekonomis mengikuti perlombaan senjata di Timur Tengah."

    China adalah anggota penting kelompok enam negara yang mempertimbangkan sanksi lebih keras terhadap Iran di Dewan Keamanan PBB. Washington sudah memuji Rusia karena dukungannya yang terbuka.

    Washington pada hari Rabu (10/2/2010) mengumumkan seperangkat sanksi lebih keras dengan target menghukum Garda Revolusi Iran. Sementara Pemerintah Iran kini masih dihadapkan pada protes di jalan-jalan. Washington telah berkali-kali membuat permohonan agar aparat keamanan Teheran menghindari kekerasan.

    Juru bicara Departemen Luar Negeri, Philip Crowley, juga mengecam pemblokiran internet dan jaringan telepon.

    Sementara Senator Partai Republik John Cornyn dan Sam Brownback memperkenalkan undang-undang yang akan memberikan lampu hijau adanya bantuan nonmiliter kepada kelompok-kelompok oposisi Iran dan bantuan kemanusiaan untuk "korban rezim saat ini".

    Sumber: KOMPAS

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.