ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Friday, February 12, 2010 | 9:07 AM | 0 Comments

    Yaman Umumkan Gencatan Senjata dengan Pemberontak Syi'ah

    SANAA, KOMPAS.com - Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh hari Kamis mengumumkan gencatan senjata selama enam bulan dengan pemberontak Syiah. Gencatan senjata itu diumumkan dalam sebuah dekrit yang disiarkan televisi negara setempat.

    "Kami memutuskan untuk menghentikan operasi militer di barat laut mulai tengah malam nanti," kata Saleh.

    Pemimpin pemberontak Abdul Malak Al Huthi pun mengeluarkan perintah bagi pasukannya untuk menghentikan pertempuran di semua wolayah, saat gencatan senjata diumumkan oleh pemerintah.

    "Setelah gencatan senjata ini, kami akan memproses untuk membuka kembali jalan dan pembongkaran pos pemeriksaan serta sejumlah barikade," katanya.

    Saleh mengumumkan hal itu setelah sebelumnya pemerintah dan pemberontak Zaidi Syiah, yang juga dikenal sebagai Huthis, mencapai kesepakatan untuk mengakhiri pertempuran.

    Gencatan senjata ini dimungkinkan setelah pemberontak menerima enam kondisi yang diajukan oleh pemerintah untuk penghentian permusuhan.
    Yakni, penarikan diri dari gedung-gedung pemerintah, pembukaan kembali jalan-jalan di utara, menyita senjata dari jasa keamanan, pembebasan semua tahanan, termasuk Saudi, serta meninggalkan posisi-posisi militer di pegunungan dan janji untuk tidak menyerang Arab Saudi.

    Meskipun demikian, seorang pejabat kepada AFP sebelumnya mengatakan, pada hari Kamis kemarin, sebuah bentrokan masih terjadi mengakibatkan 12 tentara dan 24 pemberontak tewas di provinsi Amran utara ibukota Sanaa.

    Pertempuran meletus pada hari Rabu malam di daerah Al Shamsi Burkat menyusul serangan pemberontak yang dilakukan tiba-tiba. Hal yang sama juga terjadi di Al Uqab Saada, pinggiran kota, yang menewaskan tujuh tentara dan 11 pemberontak.

    Sumber: KOMPAS

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.