ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Wednesday, April 28, 2010 | 9:22 AM | 0 Comments

    Pengajuan Pengganti OV-10 Bronco Diproses Ulang


    OV-Broco
    JAKARTA (Suara Karya): Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Iman Sufaat menyatakan, pengajuan penggantian pesawat tempur latih jenis OV-10 Bronco ke Mabes TNI sudah diproses ulang. Karena, pengajuan penggantian ada tahap pertama tidak lengkap dan memenuhi aturan.

    "Pengganti OV-10 itu kita sudah proses ulang, dari awal lagi. Pengajuan yang pertama tidak lengkap dan terpaksa harus diproses dari awal sampai kepada proses penawaran harga. Pada hari Jumat (23/4), kita sudah ajukan ke Mabes TNI," ujar KSAU kepada Suara Karya di sela-sela penutupan Musyawarah Nasional (Munas) ke-9 Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) di Halim Perdanakusuma Jakarta, Minggu (25/4).

    Ia mengharapkan, pembelian pesawat tempur latih Super Tucano dari Brazil sebagai pengganti OV-10 Bronco segera diproses Mabes TNI dan dapat direalisasikan dalam tahun ini. "Pesawat OV-10 sejak 2007 sudah tidak lagi beroperasi. Dan sekarang ini kita sangat memerlukan adanya pengganti sejenis," ucap KSAU.

    Pesawat Super Tucano, menurut Imam, memenuhi kriteria kebutuhan kekuatan TNI AU untuk meningkatkan kemampuan latih personel TNI AU dalam mempertahankan kedaulatan udara RI. Pesawat ini memenuhi kriteria, yakni pesawat taktis ringan, counter insurgency, remote air control, pengamatan dari udara bersenjata.

    Dia mengatakan, TNI AU mengajukan untuk membeli 16 unit Super Tucano. Rencana pengguannya secara bertahap, yakni empat masuk ke perawatan, empat untuk latihan, delapan untuk trouble.

    "Artinya, pemakaian tidak sekaligus. Ada yang dipakai dalam sehari dua-tiga kali, dan ada masuk dalam perawatan. Jadi bentuknya seperti peramida," katanya.

    Sembilan Hercules

    Selain mengajukan penggantian OV-10 Bronco, Imam mengatakan, TNI AU akan mengajukan penggantian sembilan jenis pesawat angkut, Hercules type B yang kini telah berusia 45 tahun.

    Pemberitahuan dari pihak produsen Amerika Serikat baru-baru ini, pesawat angkut Type B yang dimiliki TNI AU itu hanya bisa bertahan lima tahun lagi.

    "Hercules kita yang tipe B umurnya sudah 45 tahun. Jadi, menurut Tim dari Amerika, ini hanya bisa bertahan hanya lima tahun lagi. Jadi, air frame-nya hanya sampai umur 50 tahun," ujarnya.

    Ia mengatakan, AS sudah mau lagi bertanggungjawab atas kerusakan maupun kejadian yang menimpa Hercules Type B yang dimiliki TNI, apabila masih tetap dipergunakan. Material dari pesawat itu telah masuk kategori tua dan tidak mamu lagi untuk diergunakan sebagai pesawat angkut.

    "Jadi mereka (AS) tidak akan bertanggung jawab kalau terjadi apa-apa. Kalau lebih dari itu, material dari pesawat itu sudah gak kuat. Ya. Jadi, ke depan memang kita rencanakan penggantinya," ujar KSAU. Pesawat sejenis yang akan menggantikan Hercules Type B milik TNI AU, yakni Hercules Type A ataupun type C buatan AS. Pesawat ini yang masih kategori pesawat angkut terbaru. Hal ini pun telah dimasukan ke dalam Renstra TNI AU 2010.

    "Dalam program renstra sudah harus diganti. Hanya sekarang masalahnya, itu mahal sekali. Kita berencana mengadakan penambahan sembilan Hercules," ujar Imam.

    Sumber: SUARA KARYA

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.