ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Monday, March 1, 2010 | 10:28 AM | 0 Comments

    Ingin Atasi Kemacetan? Pakai Jet Pack!

    TAK perlu pusing.Kini telah ada jet pack,tas punggung dengan teknologi jet yang mampu menerbangkan Anda sendiri.Anda tinggal merogoh isi dompet karena sebuah perusahaan di Selandia Baru telah memproduksinya secara komersial. Perusahaan Martin Aircraft di Christchurch, Selandia Baru, berencana membuat 500 jet pack setiap tahun. Rencananya, per unit jet pack bakal dijual 50.000 poundsterling (Rp720 juta).

    Jet pack memiliki kekuatan 200 tenaga kuda dengan dua baling-baling di kanan dan kiri.Alat tersebut diciptakan Glenn Martin yang memublikasikan mesin temuannya pertama kali pada Juli tahun lalu. Berat jet packmencapai 254 pon atau 115kg. Untuk me-nerbangkannya, pengendara tidak perlu memiliki lisensi pilot.Jet packmampu terbang sejauh 30 mil dengan durasi 30 menit dalam kondisi tangki bahan bakar penuh.

    Dalam tes, model terbaru dapat terbang hingga ketinggian 2.400 meter dan melaju dengan kecepatan 60 mil per jam.Menurut CEO Martin Aircraft Richard Lauder, jet pack sangat tepat digunakan untuk pelayanan darurat, pengguna pribadi, dan kepentingan militer.“Kita akan memproduksinya ke pasaran,”ujarnya. Lauder sendiri mau mengekspose siapa mitranya dalam pengembangan jet pack.

    Dia hanya Walau dia menyebutkan bahwa mitranya itu adalah perusahaan pembuatan pesawat terbang skala internasional. Gabungan dua perusahaan tersebut akan menjadi perusahaan baru yang akan menguasai 51% saham. Sedangkan Lauder dan penemu jet pack Glenn Martin akan ditunjuk sebagai direktur dalam perusahaan baru tersebut. Sebenarnya bagi Martin,jet pack merupakan titik kulminasi dari mimpinya sejak masih kecil.

    Ketika masih berusia lima tahun, dia memiliki keinginan untuk membuat jet pack seperti pahlawan komik atau film seperti Buck Rogers dan James Bond.“Ternyata,alat itu bekerja lebih baik dibanding yang kami perkirakan,”ujar Martin. Dia pun menyatakan, orang di seluruh dunia akan sepakat bahwa jet pack adalah peristiwa bersejarah yang langka. Di masa depan, Martin berusaha merampingkan bentuk jet pack.

    “Jika ada orang berkata bahwa dia tak akan membeli jet pack sampai besarnya seukuran ransel sekolah dan bermesin turbin,oke saja,”paparnya. Sebenarnya jet pack dapat mengangkat seorang pilot dengan berat di bawah 60 kilogram selama sekitar 30 menit dengan tangki berisi bensin lima galon.

    Martin juga sengaja mendesain jet pack itu sesuai dengan definisi kendaraan ultralight yang ditetapkan Federal Aviation Administration, yaitu berat di bawah 115 kilogram dan hanya membawa satu awak. Dengan desain ultralight ini, berarti pengendaranya tak memerlukan lisensi pilot.Martin memperkirakan jet packmungkin hanya dipakai sebagai mainan kaum berduit.

    Nantinya, setelah penegak hukum mulai mengenal alat itu, jet pack akan digunakan oleh militer, petugas penjaga perbatasan,bahkan tim SAR. Dengan jet packini,Martin telah melampaui upaya sejumlah pengusaha lain yang berusaha membuat peralatan serupa selama 50 tahun terakhir tetapi belum berhasil.Pada masa Perang Dunia II peneliti Jerman telah bereksperimen dengan teknologi jet pack.

    Para ilmuwan Bell Labs juga memproduksi alat serupa bertenaga hidrogen peroksida yang mampu terbang selama beberapa detik.Perusahaan di California yang mengembangkan Solo Trek Exo- Skeletor Flying Devices selama enam tahun dan menghabiskan biaya jutaan dolar.Namun, dalam uji coba penerbangan pada 2002 alat setinggi 2,4 meter itu hanya mampu melayang selama 19 detik.

    Sumber: Seputar Indonesia

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.