ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Friday, March 5, 2010 | 11:32 AM | 0 Comments

    Ancaman Perompakan di Selat Malaka Meningkat

    JAKARTA--MI: Selat Malaka yang merupakan salah satu jalur laut terpadat di dunia sedang bersiaga menghadapi peringatan peningkatan aktivitas perompakan. Hal ini disampaikan Panglima Armada Barat TNI AL Laksda Marsetio di Jakarta, Jumat (5/3).

    "Sebenarnya bukan terorisme tapi diindikasikan kegiatan perompakan yang akan mengancam beberapa kapal yang akan melintas disana. Belum ada pernyataan ancaman teroris," katanya terkait isu terorisme di wilayah Selat Malaka.

    Selat Malaka, jelas dia, merupakan jantung sea line oil trade dan sea line oil communication. Tiga negara pantai mempunyai kepentingan besar disana yakni Malaysia, Indonesia, Singapura, terkait fungsi jalur laut tersebut. Thailand belakangan ikut melibatkan diri dalam pengamanan jalur strategis tersebut dalam operasi Malaka Straight Sea Patrol (MSSP). Operasi itu termasuk untuk menghadapi isu perompakan dan dilakukan selama 24 jam.

    "Kita sudah menggelar operasi MSSP, Indonesia, Singapura, Malaysia dan Thailand, temasuk satuan udaranya. Termasuk kemarin, isu dari maritime security coast, kita punya kewajiban bersama untk mengamnkan Selat Malaka dan kita terus jajaran koarmabar telah menggelar dilakukan sepanjang tahun menggelar operasi untuk meningkatkan kewaspadaan dan alert tersebut," paparnya.

    Ia menyatakan belum bisa mengidentifikasi pelaku aktivitas tersebut. Pihaknya lebih mementingkan tindakan antisipatif sehingga perompakan tidak menjadi lebih besar.

    "Belum. Dengan kita meningkatakan alertness, informasi sudah kita terima empat hari lalu. Kita juga meningkatkan kewaspadaan untuk sea robbery maupun sea piracy yang ada disana," tandasnya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.