ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Saturday, January 22, 2011 | 10:58 PM | 0 Comments

    Operasi Perdamaian PBB Tahun 2009-2010 Telan Dana USD 7,8 M

    Pasukan Perdamaian Indobatt Unifil PBB.

    Jakarta - Menjaga perdamaian dunia sungguh tidak murah. Selama tahun 2009-2010 lalu, PBB menganggarkan dana 7,8 miliar USD untuk misi-misi pasukan penjaga perdamaian di seluruh dunia.

    "Anggaran misi perdamaian PBB yang dialokasikan pada TA 2009/2010 sebesar 7,8 miliar dollar Amerika. Merupakan yang terbesar sepanjang sejarah UN Peacekeeping," ujar Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Cpl Minulyo Suprapto dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (22/1/2011).

    Minulyo menambahkan Operasi Misi Perdamaian PBB yang digelar saat ini merupakan operasi terbesar yang pernah dilaksanakan oleh PBB. Hingga sekarang, PBB telah menyelenggarakan 15 misi perdamaian di seluruh dunia dan melibatkan lebih 115 ribu personel, baik militer maupun polisi dan sipil.

    Saat ini delegasi TNI sedang mengikuti pertemuan Contingent Own Equipment Working Group (COE WG) di Markas PBB di New York AS. Forum ini merupakan forum komunikasi dan konsultasi antara PBB dengan negara-negara penyumbang Pasukan Perdamaian (Troop Contributing Country/TCC maupun Police Contributing Country/PCC).

    "Ini untuk membicarakan isu-isu strategis terkait dukungan peralatan dan reimbursement dalam misi-misi Perdamaian PBB," jelas Minulyo.

    Delegasi TNI dipimpin oleh Penasehat Militer PTRI Laksamana Pertama (Laksma) TNI Antonius Sugiarto. Beberapa kepentingan diperjuangkan oleh delegasi TNI, di antaranya adalah upaya peningkatan nilai reimbursement, negosiasi dukungan, peralatan dan self sustainment untuk Pasukan Perdamaian Indonesia yang disebut Kontingen Garuda.

    "Selain itu masalah troops cost, serta upaya penyelesaian kendala yang dihadapi pada saat Pre Deployment Visit (PDV) dan saat pengiriman KRI ke Lebanon, serta beberapa isu strategis lainnya yang terkait pengiriman Kontingen Garuda," tutup dia.

    Sumber: DETIK

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.