ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Thursday, January 28, 2010 | 6:21 PM | 0 Comments

    Letih Berperang, Masa Depan Afganistan Dibicarakan di London

    TEMPO Interaktif, Sejumlah negara kuat berkumpul di London membicarakan masa depan Afganistan dan mencari jalan keluar mengakhiri perang yang berlangsung selama delapan tahun.

    Pejabat pemerintah dari 60 negara, Kamis, hadir di ibu kota Inggris sehari penuh mendiskusikan masalah keamanan negara.

    Pada konferensi internasional tersebut, presiden Afganistan Hamid Karzai diharapkan memanfaatkan pertemuan ini untuk mendapatkan dukungan membujuk para pejuang Taliban agar bersedia meletakkan senjata dan melakukan rekonsiliasi dengan pemerintah.

    Dalam konferensi itu, para peserta bersedia menyediakan dana bantuan cash sebesar Rp 9,3 triliun, pekerjaan, dan sejumlah insentif untuk Taliban dan kelompok-kelompok pejuang lainnya. Dana sebesar itu dimaksudkan untuk meyakinkan para pejuang Taliban agar tidak mendukung al-Qaidah.

    Zalmay Rasoul, menteri luar negeri senior Afganistan mengatakan program tersebut ditujukan kepada para anggota Taliban yang lelah berperang. "Setiap perang ada saatnya berhenti. Target kami adalah mereka yang lelah dan menderita akibat perang," ujarnya kepada kantor berita The Associated Press, Rabu.

    Mendengar rencana tersebut, Taliban menolaknya. Dalam sebuah pernyataannya, Rabu, kelompok ini menyatakan para pejuang tidak akan menerima rayuan dan iming-iming uang. Mereka hanya menginginkan penarikan seluruh pasukan asing dari Afganistan.

    Sumber : Tempo

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.