ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Wednesday, March 10, 2010 | 9:44 AM | 0 Comments

    Intelijen Singapura: Teroris Akan Bajak Kapal Tanker

    JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Biro Humas Kementerian Pertahanan Brigjen I Wayan Midhio membenarkan instruksi Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro beberapa waktu lalu ke Markas Besar TNI agar meningkatkan patroli pengamanan Selat Malaka. Pengamanan dilakukan berkoordinasi dengan dua negara pesisir lain, Malaysia dan Singapura, terkait peringatan dari pihak intelijen Angkatan Laut Singapura soal kemungkinan peningkatan aktivitas teroris, terutama di kawasan Aceh.

    Pernyataan itu disampaikan Wayan, Selasa (9/3/2010), seusai jumpa pers pertemuan Forum Penentu Kebijakan, Pengguna, dan Produsen Bidang Alutsista di Kementerian Pertahanan. Sebagai salah satu bagian dari littoral state yang bertanggung jawab atas pengamanan kawasan Selat Malaka, Indonesia selama ini memang saling bertukar informasi intelijen dengan kedua negara lain.

    Wayan mengaku belum berani memastikan kemungkinan adanya keterkaitan erat antara keberadaan para teroris di Aceh dan kemungkinan serangan teroris di kawasan Selat Malaka. Walau demikian, dia membenarkan bahwa hal seperti itu bisa saja terjadi.

    “Biasanya sebelum menjalankan aksi teror yang lebih besar, para teroris itu akan terlebih dulu mengumpulkan dana untuk membiayai aksi mereka. Boleh jadi, caranya dengan membajak atau merompak dan lain sebagainya. Nanti mungkin saja ketika dana telah terkumpul, mereka lalu melakukan kegiatan teror yang jauh lebih menghebohkan,” ujar Wayan.

    Lebih lanjut, Wayan memaparkan bahwa informasi intelijen dari pihak Singapura adalah soal akan adanya teroris yang berencana membajak kapal tanker pengangkut minyak di kawasan Selat Malaka. Modus serupa terjadi di perairan Somalia, Afrika. Meskipun demikian, informasi intelijen dari Singapura itu menurutnya tidak menyebutkan secara rinci mengenai kelompok teroris mana yang bermain di Aceh.

    Sumber: KOMPAS

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.