ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Sunday, April 4, 2010 | 12:06 PM | 0 Comments

    Menhan: Selat Malaka Terkendali

    Kupang (ANTARA News) - Menteri Pertahanan Pusrnomo Yusgiantoro mengatakan bahwa situasi keamanan di Selat Malaka relatif terkendali setelah sempat ada peringatan ancaman terorisme dari otoritas Singapura di selat terpadat di dunia tersebut.

    "Relatif terkendali dan aman," katanya, kepada ANTARA di sela-sela kunjungan kerjanya di Nusa Tenggara Timur, Sabtu.

    Purnomo memastikan militer dari tiga negara pantai di Selat Malaka yakni Indonesia, Malaysia dan Singapura senantiasa berkoordinasi untuk mengamankan selat sepanjang sekitar 500 mil tersebut.

    "Apalagi tiga negara sudah memiliki format patroli terkoordinasi di Selat Malaka, dan radar di sepanjang Selat Malaka kan semua sudah beroperasi," ujar Menhan.

    Pada dua bulan silam, pengamanan di Selat Malaka oleh militer tiga negara pantai yakni Indonesia, Malaysia dan Singapura ditingkatkan menyusul indikasi ancaman terorisme terhadap kapal-kapal tanker dan kargo yang melintasi selat tersebut.

    Menyusul indikasi tersebut, Menhan RI memerintahkan jajaran TNI di Komando RI Armada Barat dan komando kewilayahan di wilayah barat RI untuk meningkatkan kewaspadaannya berkoordinasi dengan militer serta otoritas Malaysia dan Singapura.

    Indikasi ancaman terorisme itu, bersamaan dengan penyerbuan dan penangkapan sejumlah teroris di Aceh yang berujung pada tewasnya gembong teroris paling dicari Dulmatin di Pamulang, Tangerang.

    Selat Malaka diperkirakan sebagai salah jalur logistik bagi para teroris di Aceh untuk mendukung aksinya.

    Sumber: ANTARA

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.