ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Tuesday, October 4, 2011 | 5:29 PM | 0 Comments

    Imparsial : HUT ke-66 TNI, Armada Angkatan Laut Masih Memprihatinkan

    Jakarta - Kekuatan armada militer Angkatan Laut Indonesia memprihatinkan. Dengan luas teritorial laut sebesar 7,9 juta kilometer persegi, Indonesia hanya memiliki 148 KRI. Itu pun 50 persennya berusia di atas 20 tahun bahkan mencapai 60 tahun.

    Hal itu diungkapkan, Direktur Program Imparsial, Al Araf, saat jumpa pers '66 Tahun TNI' di Sekertariat Imparsial, Jl Slamet Riyadi, Jakarta, Selasa (4/10/2011).

    "Dengan kekuatan seperti itu, TNI AL kita hanya mampu meng-cover 30 persen teritorial laut. Data tersebut diperoleh dari laporan TNI pada tahun 2011," jelas Al Araf.

    Untuk mencakup seluruh wilayah laut Indonesia, Al Araf menyarankan, agar TNI AL memiliki minimal 300 KRI dalam kondisi baik. Ia juga mengatakan, sampai saat ini zona perbatasan Indonesia masih menjadi titik rawan sengketa.

    "Di Ambalat masih terdapat sepuluh titik bermasalah, di Kalimantan merupakan titik api yang berpotensi menjadi sumber sengketa," ucapnya.

    Selain itu, lanjut Al Araf, infrastruktur TNI AL di wilayah perbatasan laut Indonesia masih minim. Al Araf, yang baru saja melakukan pengamatan langsung di perairan Sebatik, Kalimantan, mengatakan radar TNI AL sudah tidak bisa digunakan.

    "Baru saja 2 hari yang lalu, saya menuju Sebatik. Saya lihat sendiri, radar Pangkalan Angkatan Laut di sana sudah tidak aktif selama 9 bulan, padahal radar tersebut masih dalam golongan baru dan hibah dari Amerika," tuturnya pria lulusan Manajemen Pertahanan ITB ini.

    Sumber : KOMPAS

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.