ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Wednesday, June 30, 2010 | 3:04 PM | 0 Comments

    Dilarang Kencan Online, Tentara China Dijodohkan

    (foto: DETIK NET)

    Jakarta - Dalam upaya untuk menikahkan para prajuritnya, People Liberation Army of China alias Tentara Pembebasan Rakyat China berjanji untuk membantu para kadernya
    menemukan cinta. Hal itu dilakukan setelah pemerintah negeri Tirai Bambu melarang para prajuritnya menggunakan internet untuk mencari teman kencan.

    Alasannya, pemerintah China khawatir akan ada informasi rahasia yang bocor apabila para prajurit diberi kesempatan menggunakan internet. Peraturan baru itu juga melarang para prajurit menulis blog atau buku harian online dan menggunakan situs jejaring sosial.

    "Prajurit ditempatkan di perbatasan, seperti Tibet. Beberapa memiliki kesempatan untuk melakukan kontak dengan dunia luar, tapi banyak juga di antaranya punya motif tersembunyi untuk mencari informasi rahasia dari prajurit. Tentunya itu dapat mengancam keselamatan para tentara," ujar Jigui, salah seorang prajurit yang bertugas di pangkalan Xigaze, Tibet.

    Lalu apa solusinya? Rencananya akan dilakukan pertemuan untuk membahas 'perjodohan' antara prajurit yang belum menikah dengan sebuah lembaga swadaya
    masyarakat, yaitu All China Women Federation.

    Seperti dikutip detikINET dari Bignews Network, Rabu (30/6/2010), diharapkan dengan perjodohan ini, para prajurit bisa segera menikah tanpa khawatir akan adanya kebocoran informasi.

    "Internet sangat rumit dan kita harus selalu waspada terhadap perangkap online," tutur Wan Long selaku komisaris politik dari sebuah resimen di Guangzhou.

    Sumber: DETIK NET

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.