ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Monday, August 23, 2010 | 8:30 AM | 0 Comments

    Menristek: Indonesia Siap Bangun Reaktor Nuklir

    Gambar PLTN Muria(foto: Google)

    Jakarta, Kompas - Pemerintah Indonesia siap memanfaatkan energi nuklir untuk berbagai keperluan, termasuk pembangkit listrik atau reaktor nuklir. Saat ini, energi nuklir merupakan bagian dari kebijakan energi nasional yang masih dalam perumusan akhir oleh Dewan Energi Nasional.

    ”Jika kebijakan itu sudah ditetapkan pemerintah, Kementerian Riset dan Teknologi siap menyosialisasikan dan mempersiapkan rencana pembangunan reaktor nuklirnya,” kata Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Suharna Surapranata kepada Kompas di Jakarta, akhir pekan lalu.

    Suharna diminta tanggapan mengenai pernyataan Wakil Presiden Boediono di hadapan peserta Program Reguler Angkatan ke-XLIV Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), yang meminta agar energi nuklir jangan sampai dilewatkan sebagai opsi bagi pemenuhan energi selain minyak, gas, dan batu bara.

    Menurut dia, ”Kami sudah lama siap. Kami sudah pernah membangun reaktor, tahun 60-an, 70-an dan 80-an, meski hanya untuk riset.” Suharna menyebut sejumlah reaktor nuklir untuk kajian, seperti di Serpong (Banten), Bandung (Jawa Barat), dan Yogyakarta.

    Rencana pembangunan reaktor nuklir, lanjutnya, tidak pernah ditunda. ”Kami terus mematangkan rencana untuk menyiapkan kebijakan energi dengan alternatif (nuklir),” tuturnya.

    Dia menambahkan, ”Sejumlah daerah memiliki perhatian besar untuk energi nuklir dan menawarkan diri menjadi lokasi pembangunan reaktor nuklir. Alternatif lokasi tidak hanya di Gunung Muria, Jawa Tengah, tetapi sudah ada di beberapa tempat, seperti di Kalimantan dan Bangka Belitung yang menginginkan, Serang (Banten) juga menginginkan,” ujarnya. Pembangkit listrik tenaga nuklir hingga kini masih menuai pro dan kontra.

    Sumber: KOMPAS

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.