ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Wednesday, August 18, 2010 | 8:07 PM | 0 Comments

    Wawan: Alutsista Kita Hanya Bisa Berdoa


    RMOL.Pembaruan dan penambahan jenis alat utama sistem persenjataan Tentara Nasional Indonesia (TNI) mutlak dilakukan pemerintah.

    Pasalnya, alutista yang dimiliki TNI saat ini tua dan perlu penambahan seperti rudal. "Alutsista kita sekarang ini hanya berdoa saja,"ungkap pengamat militer Wawan H Purwanto sambil tertawa saat dihubungi Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu Selasa (18/08).

    Pentingnya alat-alat pertahanan tersebut, lanjut Wawan, lantaran Indonesia merupakan negara kepulauan yang mempunyai batas-batas singgung dengan negara lainnya. Penangkapan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan pada Jumat lalu di perairan Indonesia oleh Polisi Diraja Malaysia salah satu contohnya. Penangkapan tiga pegawai itu harus semakin memotivasi pemerintah untuk memperbarui dan menambah alutsista. Hal ini untuk mengantisipasi bila hal-hal yang tak diingankan di antara kedua negara terjadi. Apalagi lanjut Wawan, manuver-manuver negara tetangga itu sudah biasa memancing persoalan.

    "Saya rasa sekarang perlu ada MoU yang jelas. Kita punya daerah yang riskan konflik, seperti perbatasan dengan Singapura, Vietnam, Philipina, Malaysia dan Papua Nugini. Untuk itu perlu personel yang kuat dan alat pertahanan seperti radar serta senjata yang canggih,"pungkas wawan.

    Sumber: RMOL

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.