ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Wednesday, December 1, 2010 | 9:30 AM | 0 Comments

    TNI-Polri Amankan Peringatan 1 Desember di Papua

    JAYAPURA--MICOM: Sedikitnya 800 personel gabungan TNI dan Polri disiagakan di Jayapura, Papua guna mengamankan peringatan 1 Desember yang diklaim sebagai hari kemerdekaan bangsa Papua Barat.

    "Aparat gabungan akan disebar di sejumlah lokasi yang dianggap rawan terhadap tindakan kelompok yang hendak membuat keonaran ataupun melakukan tindakan melawan hukum pada 1 Desember," kata Kapolresta Jayapura AKB Imam Setiawan, Selasa (30/11).

    Ia mengatakan, seluruh personel yang dikerahkan untuk mengamankan 1 Desember, diperintahkan untuk mengambil tindakan tegas bila menemukan adanya tindakan melawan hukum.

    "Perintah tembak di tempat bagi kelompok atau oknum masyarakat yang memiliki senjata. Dan jika ada orang yang ingin membunuh atau mengacaukan situasi," tegasnya.

    Kapolresta menjelaskan, 800 personel gabungan akan ditempatkan di delapan sektor, termasuk 40 titik rawan. Di antaranya wilayah perbatasan dengan Papua Nugini, wilayah Tanah Hitam, dan Expo Waena.

    "Personel TNI dan Polri juga akan ditempatkan di Kampung Nafri yang sebelumnya terjadi penghadangan oleh kelompok bersenjata dan menewaskan satu orang, serta sejumlah warga luka-luka, pada Minggu (28/11)," jelasnya.

    Dalam kesempatan itu, Kapolresta juga mengimbau warga Kota Jayapura untuk memberikan informasi terkait orang atau sekelompok warga yang mencurigakan, termasuk ciri pelaku penembakan atau bahkan menemukan kelompok orang bersenjata.

    Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Alex Hesegem mengatakan, kepolisian harus segera menangkap pelaku penembakan Nafri. "Jangan biarkan mereka-mereka itu berkeliaran dan mengacaukan Papua. Mau OPM kah, siapakah, di mana saja di Papua yang bikin kacau segera tangkap mereka," tandasnya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.