ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Saturday, March 19, 2011 | 9:02 PM | 0 Comments

    580 Personel TNI AL Amankan Bandara Juanda

    Sidoarjo - Teror bom akhir-akhir ini marak terjadi di Jakarta dan beberapa daerah di Indonesia termasuk di Surabaya. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di Bandara International Juanda, sebanyak 580 personel pengamanan dari Aviation Security Bandara Juanda dan TNI AL diturunkan.

    "Untuk merespon itu, otomatis kami meningkatkan pengamanan tapi tidak merubah apa yang sudah kami siapkan," kata Manager Security Bandara PT Angkasa Pura I Bandara International Juanda, Pujiono kepada detiksurabaya.com, Sabtu (19/3/2011).

    Pujiono mengatakan, prosedur pengamanan di Bandara Juanda selama ini sudah dilakukan dan statusnya selalu siaga, karena bandara termasuk salah satu objek vital. Bahkan saat memasuki akse ke bandara, sudah dilakukan pemeriksaan orang maupun barang bawaan pengunjung bandara. Namun, dengan adanya maraknya teror bom, pihak bandara tidak ingin kecolongan.

    "Kalau dalam kondisi normal, patroli dilakukan sekitar 2 jam, tapi dengan kondisi saat ini patroli kita tingkatkan bisa satu jam sekali atau tergantung situasi dan kondisi di lapangan," ujarnya.

    Untuk memantau keamanan di bandara, sebanyak 420 personel dari security bandara,
    sedangkan sisanya dari TNI AL. Untuk petugas dari TNI Al seperti dari Pomal, anti teror dan pasukan dari kesatuan TNI AL yang tergabung dalam satgas, membantu berpatroli di area publik seperti di ruang tunggu. Selain petugas berpakaian preman, juga terlihat petugas yang mengenakan seragam dan menurunkan anjing pelacak.

    Ketika ditanya lebih lanjut, apakah patroli pasukan tentara berpakain lengkap disertai alat-alatnya tidak menganggu kenyamanan pengunjung maupun malah membuat ketakutan masyarakat, Pujiono menampiknya.

    "Justru dengan banyaknya petugas yang berpatroli akan membuat pengunjung maupun masyarakat dalam negeri atau luar negeri merasa nyaman melihat kesiapsiagaan kita. Kita juga mensosialisasikan kepada seluruh orang di bandara untuk peduli dengan cara secepatnya memberikan informasi jika menemukan hal-hal yang aneh, jangan panik dan tetap tenang. Di bandara Juanda pengamannya sesuai standart internasional tidak perlu khawatir, tapi tidak boleh gegabah dan harus waspada," jelasnya.

    Sampai kapankah peningkatan pengamanan di Bandara Juanda akan berlaku, Pujiono belum berani memastikannya. "Ya kita lihat situasinya serta informasi dari teman-teman yang mempunyai jaringan dengan kita seperti intelijen, TNI AL maupun kepolisian. Mudah-mudahan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan smeuanya," jelasnya.

    Sumber: DETIK

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.