ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Thursday, May 6, 2010 | 9:26 AM | 0 Comments

    Koarmatim Amankan Lima Kapal Tak Berdokumen


    Fatahilah-361

    Surabaya - Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) mengamankan lima kapal ikan tak berdokumen yang mayoritas awaknya warga negara asing.

    Kepala Subdinas Penerangan Umum Koarmatim, Mayor Laut TNI Kariono, di Surabaya, Rabu, mengatakan bahwa penangkapan kelima kapal ikan itu dilakukan personel Koarmatim yang mengawaki Kapal perang Republik Indonesia (KRI) Fatahilah-361.

    "Lokasi penangkapan kelima kapal ikan itu berada di sekitar perairan Laut Arafuru," katanya mengenai operasi keamanan laut yang dipimpin Komandan KRI Fatahilah, Letkol Laut (P) Antonius Widyo Utomo, itu.

    Ia menyebutkan, kelima kapal ikan tak berdokumen itu adalah KM Dwi Karya-23 dengan nakhoda Fang Jiangsong. Sebanyak 15 dari 17 anak buah kapal (ABK) merupakan warga negara asing. Saat ditangkap kapal itu sedang mengangkut 100 ton ikan dari berbagai jenis.

    Selanjutnya KRI Fatahilah juga berhasil menghentikan KM Dwi Karya-26 yang dinakhodai Zhou Yuqiang warga negara asing. Sebanyak 19 dari 22 ABK juga berkewarganegaraan asing. Kapal itu mengangkut 25 ton ikan dari berbagai jenis.

    Sasaran KRI Fatahilah berikutnya adalah KM Dwi Karya- 32 yang dinakhodai Zhou Mengya dengan 19 ABK, sebanyak 17 di antaranya warga negara asing. Kapal itu mengangkut 20 ton ikan.

    KM Dwi Karya-37 yang dinakhodai Chen Alajian juga tak luput dari sasaran KRI Fatahilah. Sebanyak 18 ABK, 16 di antanya warga negara asing juga turut ditahan. Kapal itu membawa muatan 105 ton ikan.

    Sasaran terakhir KRI Fatahilah adalah KM Dwi Karya-53. Kapal yang dinakhodai Zhang Zhenfu itu mengangkut 40 ton ikan dari berbagai jenis. Sebanyak 19 dari 21 ABK merupakan warga negara asing.

    "Jenis pelanggaran kelima kapal itu hampir sama, yakni alat penangkap ikan tidak sesuai dengan SIPI-01 dan tidak ada sertifikat kecakapan nakhoda," kata Kariono. Ia menambahkan, khusus KM Dwi Karya-23 pelanggaran lain yang dilakukan adalah tidak memasang tanda pendaftaran kapal, sedangkan KM Dwi Karya-37 tidak mengaktifkan radio VM3.

    Untuk penyidikan dan proses hukum lebih lanjut semua kapal berikut ABK dan barang bukti kini diamankan di Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tual, Maluku Tenggara.

    Sumber: ANTARA

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.