ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Monday, December 6, 2010 | 8:59 PM | 0 Comments

    Panglima TNI Bentuk Tim Peninjau Hibah F-16

    KUTAI TIMUR--MICOM: Kutai Timur MI Panglima TNI bentuk tim peninjauan teknis untuk mengkaji hibah pesawat F-16 A/B dari Amerika Serikat. Panglima berharap hibah 24 unit pesawat tempur ini dapat menambah kekuatan pertahanan udara.

    Rencana pembentukan tim peninjauan teknis pesawat tempur F-16 A/B ini merupakan rangkaian pertimbangan atas hibah Amerika Serikat kepada Indonesia. Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengaku TNI masih mempertimbangkan tawaran hibah Amerika Serikat.

    "Prinsipnya, kami sedang mempelajari. Tim dari TNI sudah kami persiapkan. Akan lanjutkan dengan peninjauan.," ujarnya usai melakukan peninjauan latihan perang Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI Siaga Kilat. XXVII Tahun 2010 di Kutai Timur, Senin, (6/12).

    Ia menyatakan TNI sudah melakukan diskusi untuk menimbang tawaran dari negara adi daya ini. TNI Angkatan Udara (AU) juga terlibat dalam rangkaian pertimbangan. Peninjauan teknis merupakan tindak lanjut atas diskusi ini.

    Panglima TNI menginginkan pertimbangan ini diselesaikan secepatnya. Hasil pengkajian atas hibah ini akan menentukan pertahanan negara. Ia ingin hibah ini dapat menambah kekuatan tempur udara.

    "Kalau kami, ingin cepat selesai kemudian kekuatan tempur udara akan lebih banyak," tuturnya.

    Namun langkah untuk mengambil keputusan masih panjang. Hasil pengkajian masih harus dikomunikasikan dengan pemegang keputusan. "Apakah itu DPR dan yang lain. Jadi masih perlu waktu," lanjutnya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.