ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Tuesday, June 22, 2010 | 5:26 PM | 0 Comments

    Kompetisi Roket Indonesia Akhir Juni, Yogya Hujan Roket


    Roket Buatan Mahasiswa UGM

    JAKARTA, KOMPAS.com — Kompetisi Roket Indonesia (Korindo) 2010 kembali digelar pada 26-28 Juni 2010 di Pantai Pandansimo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kompetisi akan mempertandingkan 40 tim dari perguruan tinggi se-Indonesia.

    "Tahun ini kami fokus pada pembuatan roket yang mampu kembali atau menuju sasaran yang telah ditentukan," ungkap Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Nasional Suryo Hapsoro Tri Utomo, Selasa (22/6/2010), di Jakarta.

    Pada tahun sebelumnya, pembuatan roket lebih mengutamakan aspek meteorologi yang hanya mampu membuat roket menuju satu titik dan terbang bebas. Sementara tahun ini, dengan tema "Homing Meteo Payload", peserta diharuskan membuat roket yang mampu dikendalikan kembali menuju sasaran yang ditentukan dengan menggunakan sistem akuator.

    Roket-roket dengan berat maksimal 1 kg akan diluncurkan di lapangan terbuka di Pantai Pandansimo ke ketinggian terbang hingga 2 km pada pukul 08.00-12.00 WIB. Akan terdapat 40 roket hasil karya 38 universitas se-Indonesia yang akan menghiasi langit Yogyakarta pada saat itu.

    "Ketika di udara, roket tersebut akan mengumpulkan berbagai informasi navigasi, temperatur, tekanan, dan kelembaban udara," ungkap Suryo kepada pewarta.

    Informasi tersebut kemudian dikomunikasikan dengan sistem kendali operator seperti stasiun di ground segment. "Mulai dari muatan roket hingga stasiun dengan sistem kendalinya adalah buatan mahasiswa. Ini juga yang akan jadi penilaian," ungkapnya.

    Suryo mengungkapkan, tahun ini minat peserta meningkat, bahkan perlu dilakukan seleksi awal terlebih dahulu karena melebihi kuota. Bahkan, beberapa di antaranya sudah melakukan uji laboratorium di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

    "Jika dilihat dari tahun-tahun sebelumnya, karya para mahasiswa ini bahkan tidak kalah dengan roket-roket yang diuji Lapan," ungkapnya.

    Ke depan, penciptaan roket ini bisa sangat berfungsi sebagai sarana mitigasi bencana. Kehadiran Korindo 2010 diharapkan mampu menghasilkan bibit unggul di bidang teknologi dirgantara, khususnya peroketan melalui sarana space education.

    "Dengan demikian, nantinya kita punya roket satelit sendiri. Negara mana pun yang menguasai teknologi roket akan disegani bangsa-bangsa di dunia," Suryo menjelaskan.

    Sumber: KOMPAS

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.