ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Thursday, August 12, 2010 | 8:52 AM | 0 Comments

    Korsel Berterima Kasih atas Dukungan Indonesia

    Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (kanan) dan Menteri Pertahanan Korea Selatan Kim Tae-young memberikan keterangan bersama seusai mengadakan pertemuan tertutup di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (11/8). Pertemuan bilateral kedua pihak tersebut membahas peningkatan kerja sama di bidang industri pertahanan.

    Jakarta, Kompas - Menteri Pertahanan Korea Selatan Kim Tae-young berterima kasih atas dukungan Indonesia dalam insiden kapal perang Cheonan. Indonesia dinilai cukup memberikan bantuan hingga akhirnya Dewan Keamanan PBB mengecam insiden yang menewaskan 46 pelaut Korsel itu.

    ”Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan pernyataan yang mengutuk kejadian itu. Dalam proses tersebut, ada dukungan dari Indonesia,” kata Kim, Rabu (11/8), dalam jumpa pers bersama Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta.

    Insiden kapal perang Cheonan terjadi pada 26 Maret 2010. Waktu itu kapal korvet Cheonan yang berbobot mati 1.200 ton tenggelam di Laut Kuning setelah sebelumnya diduga dihantam torpedo dari kapal selam milik Korea Utara.

    Tim investigasi independen dari sejumlah negara bekerja untuk kasus ini dan akhirnya memang menemukan bahwa kapal meledak serta tenggelam akibat tembakan torpedo dari petugas patroli Angkatan Laut Korea Utara. Tim investigasi juga menyimpulkan, ledakan menyebabkan lambung kapal Cheonan robek.

    Menurut Kim, selama dua bulan setelah insiden terjadi, Pemerintah Korea Selatan berusaha mengambil berbagai barang atau suku cadang yang tersisa dari kapal tersebut. Korea Selatan, Amerika Serikat, Inggris, Australia, Swedia, dan Kanada lantas membentuk tim investigasi guna menyelidiki insiden tenggelamnya kapal Cheonan. ”Jumlah total anggota tim mencapai 70 orang dan baru pada 20 Mei bisa mengumumkan hasil investigasi,” ujar Kim.

    Meski sudah didukung oleh tim investigasi yang anggotanya berasal dari sejumlah negara, Korea Selatan tetap harus berusaha berjuang memberikan penjelasan mengenai insiden itu dan penyebabnya kepada Dewan Keamanan PBB.

    Hasilnya, menurut Kim, pada 9 Juli 2010, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan pernyataan yang mengutuk insiden tenggelamnya kapal Cheonan.

    Dukungan Indonesia itu disampaikan melalui Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro pada saat berlangsungnya pertemuan menteri pertahanan sejumlah negara di Singapura, beberapa waktu yang silam.

    Sumber: KOMPAS

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.