ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Tuesday, August 10, 2010 | 11:31 AM | 0 Comments

    Krisis Anggaran, Pentagon Kurangi Jumlah Jendral

    Gedung Pentagon, USA (Foto: knowledgerush)
    WASHINGTON - Pentagon sepertinya turut terkena imbas buruknya performa ekonomi Amerika Serikat (AS). Lambang militer Negeri Paman Sam tersebut mempaparkan aturan potongan anggaran pada Senin 9 Agustus.


    Pemotongan anggaran ini memungkinkan Pentagon untuk merumahkan ribuan pekerjanya termasuk pula menutup sebuah pangkalan militer secara keseluruhan.
    Reformasi anggaran ini menyebabkan hilangnya sekira 50 jabatan bagi para jenderal dan laksamana. Selain itu Pentagon akan mengurangi kerja sama dengan kontraktor militer.

    Menteri Pertahanan Robert Gates menyatakan, reformasi anggaran ini dapat menunjukan kepada Kongres AS, jika Pentagon menghabiskan uang pajak yang dibayarkan rakyat secara bijak. Aturan ini menunjukan jika militer AS mengerti kondisi ekonomi negeri adidaya tersebut.

    Tetapi Gates mengkhawatirkan beberapa pihak yang menginginkan pemotongan secara keseluruhan anggaran belanja pertahanan AS.
    "Ketakukan terbesar saya adalah beberapa pihak melihat pemotongan anggaran pertahanan sebagai cara untuk mengatasi defisit keuangan yang dialami negara," ungkap Gates seperti dikutip Reuters, Selasa (10/8/2010).

    Kesenjangan anggaran Amerika Serikat menyentuh rekor tertingginya sebesar USD1,41 triliun atau sekira Rp12.598 triliun (Rp8.935 per USD), pada fiskal 2009.
    Angka ini diperkirakan akan bertambah lebih tinggi tahun ini. Kondisi ini makin diperparah dengan tingkat pengangguran warga AS yang mencapai 9,5 persen.

    Sumber: OKEZONE

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.