
JAKARTA (Suara Karya): Juru Bicara Presiden Bidang Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan, hingga saat ini kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia masih sesuai dengan rencana. Dengan kata lain, tidak terpengaruh dengan kondisi Indonesia yang sedang terkena bencana.
"Kita bangun perencanaan masih sesuai dengan yang kita harapkan, kondisi membaik," katanya di Kantor Kepresidenan, Istana Negara, Jakarta, Jumat (5/11).
Menurut Teuku, hingga saat ini program dan rencana kenegaraan sudah difinalkan, namun lokasi pasti pertemuan masih dirahasiakan.
Untuk diketahui, Presiden Amerika Serikat Barack Obama akan mengunjungi Indonesia pada 9 November. Presiden dijadwalkan mengunjungi Masjid Istiqlal dan akan melakukan public speech di Universitas Indonesia.
Menurut dia, dari hasil pembicaraan dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Obama akan tiba tanggal 9 November petang. Kegiatan kemudian dimulai dengan acara kenegaraan, yaitu pembicaraan bilateral kemudian jamuan santap malam dan konferensi pers.
Hingga saat ini, menurut dia, belum ada informasi penundaan kunjungan Obama yang sebelumnya dua kali batal. "Nanti kita lihat," kata dia.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden AS Barack Obama, tidak lagi memfokuskan kerja sama pasukan khusus kedua negara sebagai pembahasan utama. Sebab, substansi melanjutkan kerja sama Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat dengan pasukan khusus AS sudah pada level pembahasan komando operasional. "Jadi, sifat pembahasannya sekarang ini bukan lagi head of state, namun ke arah operasional," ujar Purnomo di Jakarta, Jumat (5/11).
Ia menjelaskan, pembicaraan rencana kerja sama pasukan khusus TNI dengan pasukan khusus militer AS sudah dimulai ketika pemilik perusahaan Microsoft terbesar di dunia, Bill Gates, menemui Presiden SBY di Jakarta, Mei 2010.
"Pembicaraan rencana kerja sama itu sudah ada. Bahkan Gates telah mengatakannya saat berada di Indonesia dan bertemu langsung dengan Presiden SBY. Karena itu, sekali lagi saya katakan bahwa pembahasan rencana kerja sama itu bukan lagi pemimpin negara, melainkan sudah dilanjutkan pada teknis kerja sama," ujarnya.
Melanjutkan pembahasan rencana kerja sama itu, The United States Pacific Command (USPACOM) mengundang Komandan Jenderal (Dajen) Kopassus dalam waktu dekat ini. Pertemuan Danjen Kopassus dengan Komandan US Pacom utuk membahas rencana teknis dan operasional.
Menurut dia, kerja sama Kopassus dengan US Pacom penting dilakukan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. Salah satu bentuk kerja sama itu adalah di bidang pendidikan dan latihan operasional. SDM pasukan khusus yang dimiliki TNI harus terus dikembangkan. "Hal itu penting karena kemajuan teknologi berlangsung sangat cepat, sehingga personel pasukan khusus tidak boleh ketinggalan," ujar Menhan.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kementerian Pertahanan Pos M Hutabarat mengatakan, pembahasan rencana kerja sama militer Indonesia dengan militer AS sudah lebih terfokus pada pembahasan teknis. Misalnya, pembahasan utama menyangkut teknis latihan khusus.
"Beberapa pembicaraan yang dilakukan terfokus adalah bagaimana hubungan Kopassus dan AS dalam hal latihan khusus. Ini bisa segera dilakukan. Untuk memulainya telah dilakukan hubungan yang lebih baik dalam rangka bagaimana kita kembali bersama AS dalam hal special force," katanya. Pemerintah AS telah menunjuk Bob Share sebagai vocal point untuk menindaklanjuti hubungan militer Indonesia dengan AS.
Sementara itu sebanyak 8.056 personel Polda Metro Jaya akan dikerahkan, ditambah 5.974 personel polda Jawa Barat, 849 personel Polda Banten, dan 3.500 personel Polda Jawa Tengah untuk mengawal kedatangan Presiden AS Barack Obama.
Polri akan mengawal para pendemo saat berunjuk rasa menyambut kedatangan Barack Obama ke Indonesia.
Sumber: SUARA KARYA
Berita Terkait:
Kopassus
- Komisi I Tinjau Informasi Pengadaan Alutsista Kopassus
- Kopassus Kirim 90 Personel Ke China Untuk Melakukan Latihan Bersama
- Kopassus dan Pasukan Khusus SOCOMD Australia 'Bekuk teroris'
- Kopassus Dan Pasukan Khusus AS Untuk Program Pertukaran Medis
- Indonesia Dan China Sukses Lakukan Latihan Bersama Di Knife Sharp 2011
- Kasum TNI Tinjau Latihan Bersama TNI-Militer China
- Kopassus Belum Berminat Membeli Senjata Pasukan Khusus Dari China
- China Puji Kemampuan Kopassus
- Kopassus TNI Tingkatkan Sinergi
- Pemerintah Klaim Sudah Kirim 401 Korps Marinir Dan Koppasus Ke Somalia
- Denjen Kompassus : Kopassus Siap Bebaskan Sandera Perompak
- Indonesia Dan Australia Bentuk Badan Koordinasi Antiteror
- Kopassus Dan SAS Australia Akan Lakukan Latgab Bersama
- PASUKAN KHUSUS CHINA AKAN BERLATIH DENGAN KOPASSUS
- Kedutaan AS Jawab Wikileaks, Soal Kopassus
- Renumerasi Kemhan/TNI masih tertahan di Kemkeu
- Menhan: Kopassus Bisa Latihan Sendiri
- Menhan Bantah Bantuan Dana
- WikiLeaks: RI Desak AS 'Pulihkan' Kopassus
- Menghapus Keangkeran Kopassus...
- Kopassus akan Perbarui Persenjataan
- Indonesia-China Jajaki Kerja Sama Pasukan Khusus
- Anggota Kopassus Belajar HAM
- Danjen Kopassus Terima Kunjungan Kasad Korsel
INDONESIA
- Proses Pengecatan Leopard 2A4 Dan Marder 1A3 TNI AD
- Kemhan : Indonesia-Rusia Belum Sepakat Hibah Kapal Selam
- Foto Kedatangan Leopard 2A4 Dan Marder 1A3
- 2014, Dua Helikopter Apache Tiba Di Indonesia
- Indonesia dan Polandia Jajaki Kerjasama Produksi Bersama Alutsista
- Dua Su-30MK2 TNI AU Tiba Di Makasar
- Komisi I Siap Awasi Pengadaan Helikopter Apache
- Indonesia Kirim Degelasi Ke Rusia Untuk Tinjau 10 Kapal Selam
- Kemhan Kirim Tim untuk Pelajari Spesifikasi Apache
- Menhan Tempatkan Satu Squadron Apache Di dekat Laut China Selatan
- Selain Apache AH-64E, Indonesia Juga Tertarik Dengan Chinook
- Komisi I Dukung Pengadaan Satelit Untuk Pertahanan Negara
- Darurat , Tol Jagorawi Dijadikan Landasan Pesawat Tempur
- Rusia - AS Saling Berlomba Dalam Pengadaan Alutsista Indonesia
- Komisi I : Kami Berharap AS Turut Berpartisi Dengan Industri Pertahanan RI
- Komisi I Mendukung Tawaran 10 Kapal Selam Bekas Dari Rusia
- Rusia Tawarkan 10 Kapal Selam Bekas Kepada Indonesia
- 2014, Pemerintah Mengalokasikan Rp 83,4 Triliun Untuk Kementerian Pertahanan.
- Ketua KNKT : Lanud Polonia Harus Aman Untuk F-16
- Hari ini, 4 Kapal Perang Indonesia Show Force Balas Provokasi Malaysia
- KSAD : Helikopter Apache Akan Tiba 2018
- Korsel Kembangkan Internal Waepon Bay Untuk Pesawat Tempur K/IFX
- Islamic Development Bank Fasilitasi Kredit Ekspor Untuk PT DI
- Perancis Tingkatkan Kerjasama Pertahanan Dengan Indonesia
- Indonesia Kurang Teliti Dalam Pengadaan Pesawat Super Tucano Dari Brasil
USA
- 2014, Dua Helikopter Apache Tiba Di Indonesia
- Komisi I Siap Awasi Pengadaan Helikopter Apache
- Kemhan Kirim Tim untuk Pelajari Spesifikasi Apache
- Rusia - AS Saling Berlomba Dalam Pengadaan Alutsista Indonesia
- Komisi I : Kami Berharap AS Turut Berpartisi Dengan Industri Pertahanan RI
- KSAD : Helikopter Apache Akan Tiba 2018
- TNI AL Dan Amerika Lakukan Latihan Bersama
- KSAD Kecewa Dengan Hasil Negosiasi Apache
- KSAD : TNI AD Akan Beli 20 Helikopter Black Hawk dari AS
- TNI AL Inginkan Tingkatkan Alih Teknologi Dengan AS
- Indonesia Dan AS Punya Kepentingan Yang Sama Dalam Sengketa Wilayah
- Komisi I : Kami Berharap Kemhan Dan TNI AD Kaji Pembelian Apache
- Kemhan Lanjutkan Pembelian Helikopter Apache
- Indonesia Kirim Hercules Untuk Retrofit Di ARINC, LLC USA
- Diplomat AS : AS Harus Tingkatkan Hubungan Militer dengan Indonesia
- Lockheed Martin Dan PT CMI Teknologi Siap Memproduksi Radar Untuk Program NASRI
- AS Setujui Pengadaan 180 Unit Rudal Anti Tank Javelin Kepada Indonesia
- Dubes AS : Kami Senang Bisa Ikut Dalam Indo Defence 2012
- TNI AD Tunda Pengadaan Heli Apache Karena Terbentur Anggaran
- Dubes AS : Senat AS Dukung Heli Apache Dijual ke Indonesia
- Pengamat : Adakah 'Permainan' Di Balik Pengadaan Apache Indonesia
- Panglima TNI : TNI AD Masih Kaji Pembelian Helikopter Apache
- Ini Dia Harga Dan Spesifikasi Apache AH-64D Block III Longbow Untuk Indonesia
- Jubir Kemhan : Bila Harga Sesuai Kami Terima Tawaran Helikopter Apache
- Komisi I : Kita Berharap AS Tawarkan Helikopter Chinook
0 komentar:
Post a Comment