ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Thursday, July 22, 2010 | 11:52 PM | 0 Comments

    AS Prihatin Atas Kerja Sama Militer Korut-Myanmar

    Hanio (ANTARA News/AFP) - Amerika Serikat menyatakan keprihatinannya atas ekspor peralatan militer dari Korea Utara (Korut) ke junta Myanmar, kata Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, Kamis.

    Washington khawatir meningkatnya kerja sama militer antara kedua negara setelah diduga terjadi pengamalan senjata dari Korut ke Myanmar, dan satu laporan menyebutkan bahwa negara anggota ASEAN, yang dikenal bernama Burma, itu telah memulai suatu program pengembangan senjata nuklir atas bantuan Pyongyang.

    Setelah menemui Menteri Luar Negeri Vietnam, Pham Gia Khiem, di Hanoi, Hillary kepada wartawan mengatakan "keprihatinan kami tentang ekspor bahan dan peralatan militer oleh Korut ke Burma."

    "Kami mengetahui bahwa satu kapal dari Korut baru-baru ini mengangkut peralatan militer ke Burma, dan kami terus prihatin atas laporan-laporan bahwa Burma sedang bekerja sama dengan Korut dalam pengembangan senjata nuklir.

    Hillary dijadwalkan akan menghadiri Forum Regional ASEAN pada Jumat.

    Bulan lalu, Myanmar mengesampingkan keprihatinan Barat mengenai kemungkinan negara itu menjalin kerja sama nuklir dengan Korut, dan mengatakan Myanmar tidak tidak berkeinginan membuat bom atom seperti apa yang diduga oleh laporan dokumenter kelompok Democratic Voice of Burma (DVB) yang bermarkas di Norwegia.

    Bantahan Myanmar, yang dilansir oleh media massa negara, mengatakan tuduhan pengembangan nuklir itu bertujuan untuk meruntuhkan dialog baru antara Myanmar dan AS menjelang pemilihan umum pada akhir tahun ini.

    Washington mulai berdialog militer dengan pemerintah Myanmar tahu lalu, namun mengecam persiapan pemilihan umum tahun ini -- yang merupakan pertama kali dalam 20 tahun -- juga menyangkut keprihatinan nuklir.

    Menlu Hillary pad Kamis mengatakan ASEAN berhak menyampaikan keprihatinan dalam pertemuan mereka pada Rabu menyangkut pemilihan umum Myanmar.

    Menurut dia, persiapan pemilihan umum Myanmar yang serba rahasia termasuk tanggal pelaksanaannya, menimbulkan tanda-tanya bersar menyangkut komitmen mereka dalam pemilihan yang jujur dan adil.

    "Kami akan mendiskusikan apa yang bisa kami lakukan untuk pemilihan yang diadakan pemerintah Burma, dan mendorong para pemimpin ASEAN untuk berkomitmen bagi rakyat mereka," katanya.

    Sumber: ANTARA

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.