ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Thursday, October 28, 2010 | 1:44 PM | 0 Comments

    5.665 Personel TNI Disiagakan di Lokasi Bencana Merapi

    Korban Merapi.

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Tentara Nasional Indonesia dari satuan Kodam IV/Diponegoro telah menyiagakan setidaknya 5.665 personel untuk dikerahkan membantu penanggulangan bencana letusan Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Dari total personel yang disiagakan, sebanyak 2.165 personel di antaranya telah diterjunkan ke lokasi bencana untuk membantu proses evakuasi masyarakat. "Personel juga dikerahkan untuk pencarian korban dan pertolongan kepada para pengungsi di lokasi pengungsian," kata Kepala Dinas Penerangan Umum Mabes TNI, Kolonel Minulyo S. dalam siaran pers, Kamis (28/10).

    Selain personel, lanjut Minulyo, TNI juga mengerahkan peralatan yang terdiri dari alat berat, truk pengangkut personel, mobil tangki air, tenda, dapur umum, genset, dan berbagai peralatan lain. "Kami juga memasok kebutuhan logistik yang sewaktu-waktu dapat digerakkan jika harus menghadapi kemungkinan terburuk akibat letusan Gunung Merapi," ujarnya.

    Dua hari lalu pukul 17.02 WIB Gunung Merapi meletus dan mengeluarkan awan panas atau yang biasa disebut wedhus gembel. Korban tewas akibat terjangan awan panas Merapi mencapai 30 orang, termasuk di antaranya Mbah Maridjan, juru kunci Merapi. Ribuan warga di sekitar lereng gunung juga terpaksa diungsikan untuk mencegah bertambahnya jumlah korban.

    Sumber: TEMPO

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.