ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Thursday, October 28, 2010 | 1:29 PM | 0 Comments

    China Perbanyak Kapal Pengintai AL

    BEIJING, KOMPAS.com — China sedang memperbanyak kapal pengintai angkatan laut demi memproteksi hak-hak maritimnya dengan lebih baik. Hal tersebut disampaikan media negara itu, Kamis, di tengah sengketa sengit wilayah laut dalam dengan negara-negara tetangganya.

    Menurut harian resmi China Daily, seorang pejabat di Badan Kelautan Negara (SOA) yang mengawasi hak-hak maritim China mengatakan bahwa satu kapal inspeksi telah bergabung dalam armada dan 36 lainnya akan ditambahkan kemudian. Kapal China Marine Surveillance 75 akan berpatroli di Laut China Selatan, tempat sejumlah sengketa wilayah atas pulau-pulau yang berpotensi memiliki kekayaan sumber daya alam.

    China menegaskan, pihaknya berdaulat penuh atas kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan. Namun, Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Taiwan juga mengklaim pulau-pulau tersebut.

    Juli lalu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton, yang akan melakukan kunjungan ke China pada akhir pekan ini, menyerukan perlunya perundingan-perundingan multilateral mengenai sengketa itu, suatu pendapat yang ditentang Beijing. China juga terlibat dalam sengketa sengit dengan Jepang terhadap gugusan pulau di Laut China Timur. Wilayah itu dikenal sebagai Diaoyu di China dan Senkaku di Jepang.

    Pang Zhongying, seorang pakar kajian Asia Pasifik di Universitas Renmin Beijing, sebagaimana dikutip China Daily, mengatakan, penambahan dalam armada bukanlah suatu gerakan agresif. "Itu bukan berarti bahwa kami sekarang melakukan langkah agresif, melainkan karena kami telah tertinggal di belakang terlalu banyak dan terlalu lama, mengingat besarnya wilayah maritim China."

    Masih menurut laporan itu, Li Lixin selaku direktur cabang Laut China Selatan, SOA, mengatakan, China akan membangun banyak kapal pengintai.

    Sumber: KOMPAS

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.