ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Monday, March 7, 2011 | 12:06 PM | 0 Comments

    Cina Berang Penjualan Senjata AS ke Taiwan Marak

    Ilustrasi.

    REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING - Menteri Luar Negeri China Yang Jiechi, Senin (7/3) menegaskan bahwa pihaknya menentang tegas penjualan senjata Amerika Serikat kepada Taiwan. "Kami mendesak Amerika Serikat untuk secara ketat mematuhi prinsip-prinsip dan semangat dari tiga komunike bersama China-AS dan Pernyataan Bersama China-AS," kata Yang kepada wartawan.

    Dia menyerukan AS untuk menghentikan penjualan senjata kepada Taiwan. AS harus "mengambil tindakan nyata untuk mendukung pengembangan damai hubungan lintas-Selat", katanya.

    Dia mencatat bahwa tindakan itu penting dalam menegakkan kepentingan keseluruhan hubungan China-AS. Yang mengatakan bahwa sekarang adalah "atmosfer yang baik" bagi hubungan China-AS, tapi ada "suatu realitas objektif bahwa China dan Amerika Serikat memiliki beberapa perbedaan atau bahkan friksi atas beberapa masalah."

    "Tapi yang penting adalah untuk benar-benar menangani perbedaan-perbedaan atas dasar saling menghormati," katanya. Dalam pemberitaan sebelumnya, Taiwan tidak akan turut dalam perlombaan persenjataan dengan China, tetapi akan fokus pada mengoptimalkan penggunaan anggaran pertahanan, kata Kementerian Pertahanan Nasional pada Jumat dalam menanggapi peningkatan anggaran belanja militer Beijing hingga dobel digit pada 2011.

    Kongres Rakyat Nasional di China memutuskan untuk menempatkan pengeluaran pertahanan pada 2011 sekitar 601,1 miliar yuan, atau meningkat 12,7

    persen dari anggaran 2010. China telah menaikkan anggaran militer hingga dua digit dalam beberapa tahun terakhir.

    Hal tersebut mencerminkan pertumbuhan ekonomi China yang kuat, dan menyebabkan kewaspadaan di antara banyak negara, kata kementerian

    pertahanan. Kebijakan Taiwan dipersiapkan terhadap mempertahankan keamanan dan stabilitas di Selat Taiwan dan mencegah peperangan, kata kementerian pertahanan.
    Dia menambahkan bahwa pihaknya akan memanfaatkan sepenuhnya anggaran militer untuk menjaga keamanan Taiwan.

    Sumber: REPUBLIKA

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.