ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Thursday, April 22, 2010 | 9:35 AM | 0 Comments

    Dua Pelaut Indonesia jadi Pahlawan di Korsel

    ilustrasi

    SEOUL--MI: Dua pelaut Indonesia dipandang telah menjadi pahlawan bagi Korea Selatan setelah beserta lima pelaut Korsel yang mengawaki kapal ikan mereka, tewas tenggelam di perairan barat negara tersebut.

    Jenazah dua pelaut itu, Lambang Nurcahyo, 36, sudah ditemukan namun Yusuf Harefa, 35, hingga kini belum ditemukan setelah kapal ikan mereka, Geumyang No. 98, tenggelam akibat bertabrakan dengan sebuah kapal kargo Kamboja.

    Kapal ikan dengan dua awak pelaut RI itu ketika itu sedang turut dalam operasi pencarian korban-korban tenggelamnya kapal AL Korsel Cheonan, yang diperkirakan dihantam torpedo Korea Utara , 20 hari lalu.

    Surat kabar Korea Times hari Kamis (22/4) dalam tajuk rencananya menyesalkan sikap Presiden Korsel Lee Myung-bak yang Senin lalu lewat pesan nasionalnya menyebutkan nama masing-masing dari 46 anggota AL Korsel yang tewas di kapal Cheonan, namun tanpa menyebutkan sama sekali nama tujuh awak kapal Geumyang No. 98.

    "Seperti para pelaut AL yang gugur itu, para nelayan Geumyang itu juga merupakan pahlawan-pahlawan yang telah mengambil risiko nyawa mereka untuk menyelamatkan korban-korban pelaut AL tersebut," kata Korea Times.

    Meski demikian, menurut surat kabar tersebut, Pemerintah Korsel lewat Kedutaan Besar Korsel di Jakarta telah menghubungi keluarga-keluarga kedua pelaut tersebut .

    Korsel telah menyampaikan penyesalan mendalam atas terjadinya tragedi itu. Pemerintah Korsel pun telah menyatakan akan memberikan santunan baik kepada awak kapal Korsel maupun Indonesia dengan perlakuan setara sesuai undang-undang.

    Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Korsel, Yu Mung-hwan, telah pula menyampaikan rasa simpatinya kepada dua pelaut Indonesia yang menjadi korban, dan telah menulis surat sehubungan dengan tragedi tersebut kedua keluarga para korban.

    Dalam akhir tajuknya, Korea Times mengingatkan pemerintah setempat bahwa rakyat Indonesia mengamati apa yang sedang dilakukan Korea dan rakyat Korea untuk orang-orang sebangsa mereka. Ditegaskan, kini saatnya Korea menunjukkan bahwa negara ini sungguh teman baik Asia.

    Dalam catatan, dua pelaut Indonesia yang menjadi korban itu merupakan bagian dari lebih kurang 500.000 atau sekitar 0,56 persen dari total tenaga kerja Indonesia.

    Fakta itu menunjukkan kedua negara memiliki hubungan yang cukup kuat dalam sektor Industri terutama karena banyaknya TKI dari Indonesia yang memberi sumbangan bagi pengembangan industri Korsel.

    Sumber: MEDIA INDONESIA

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.