ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Wednesday, April 21, 2010 | 3:39 PM | 0 Comments

    Seoul Tolak Penyebaran Kembali Senjata Nuklir AS

    SEOUL--MI: Korea Selatan Rabu (21/4) menolak penyebaran kembali senjata-senjata nuklir Amerika Serikat di wilayahnya sebagai jawaban atas ancaman persenjataan nuklir Korea Utara.

    "Hal itu tidak pernah menjadi pilihan kami," kata Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Yu Myung-Hwan, dalam suatu ceramah. "Penyebaran kembali persenjataan nuklir harus sesuai dengan perjanjian dalam rangka keamanan global, dan berkaitan dengan itu, koordinasi kebijakan dengan Amerika Serikat adalah sebagai bagian dari strategi nuklir global yang pelik," katanya.

    Persenjatan taktis nuklir AS dilaporkan ditarik dari Korea Selatan pada awal 1990-an, meski militer AS mempertahankan kebijakan "tanpa konfirmasi ataupun penolakan" berkaitan dengan keberadaan persenjataan nuklirnya di wilayah-wilayah tertentu.

    Presiden AS, Barack Obama, telah berjanji akan membebaskan dunia dari senjata nuklir, dan pada awal bulan ini menjadi tuan rumah konferensi tingkat tinggi (KTT) yang diikuti 47 negara di Washington, yang membahas dihentikannya bahan-bahan baku nuklir jatuh ke tangan kelompok garis keras.

    Korea Selatan sendiri akan menjadi tuan rumah bagi KTT besar nuklir pada 2012 mendatang, dan Yu mengatakan, dia berharap kesempatan itu akan digunakan untuk menekan Pyongyang. "KTT itu akan memberikan pesan atau peringatan terakhir kepada Korea Utara, agar Pyongyang menyerahkan persenjataan nuklirnya. Ini akan menjadi kesempatan terakhir bagi Korea Utara untuk melakukannya," katanya.

    Korea Utara, menurut Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, pada bulan ini, telah memiliki "antara satu sampai enam senjata nuklir." Korea Utara tahun lalu membuat kejutan kepada perundingan enam negara, karena dia berjanji akan menghentikan program nuklirnya untuk mendapatkan imbalan jaminan keamanan dan bantuan ekonomi.

    Pada Selasa, Yu memperingatkan, bahwa perundingan enam negara yang terhenti tidak akan dilanjutkan jika Seoul mendapati, bahwa negara komunis itu terlibat dalam penenggelaman salah satu kapal perang di perairan peratasan yang mereka sengketakan. Karamnya kapal korvet berbobot 1.200 ton di Laut Kuning bulan lalu, setelah terjadi ledakan misterius pada kapal tersebut, telah meningkatkan ketegangan lintas perbatasan.

    Terdapat kecurigaan-kecurigaan terhadap Korea Utara, meskipun Seoul tidak langsung menuduh Pyongyang terlibat dalam ledakan yang menyebabkan karamnya kapal itu. Perundingan enam negara melibatkan Korea Utara, Korea Selatan, Jepang, AS, Rusia dan China sebagai penyelenggara.

    Sumber: MEDIA INDONESIA

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.