ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Saturday, April 24, 2010 | 3:29 PM | 1 Comments

    Indonesia Suplai Kendaraan Militer


    illustrasi

    JAKARTA - Industri Automotif Pertahanan Indonesia akan menyuplai kendaraan bermotor untuk Tentara Nasioanal Indonesia (TNI) pada awal tahun depan.

    Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata mengatakan, industri automotif Indonesia akan mengembangkan mobil militer sesuai kebutuhan pasukan militer dalam negeri.

    “Ini memenuhi permintaan Presiden SBY, agar kebutuhan pertahanan disuplai oleh industri dalam negeri,” kata Gunadi di Jakarta, kemarin.

    Mobil bagi angkatan bersenjata tersebut, lanjut Gunadi, akan memiliki kandungan lokal sebesar 70-75 persen. Dengan adanya kandungan lokal hingga 75 persen, kata dia, akan sangat menguntungkan angkatan militer dalam negeri.

    “Sisa 30 persen ada komponen impor terutama bahan baku. Itu pantas lah. Enggak mungkin 100 persen kita produksi. Selama ini, belum ada produksi dalam negeri yang menyuplai untuk militer. Yang paling penting adalah isu harus diupayakan untuk dipakai produk dalam negeri, jadi kita harus dukung. Mendukungnya bagaimana? Kita pakai produk yang ada. Supaya bisa pakai semua bengkel yang ada di seluruh Indonesia dan penjualan yang sudah ada untuk suku cadang,” terangnya.

    Gunadi menuturkan, untuk membuat contoh mobil militer ini, dibutuhkan investasi hingga miliaran rupiah. Namun, kata dia, jika dilakukan dalam produksi massal, biaya yang dibutuhkan sebesar Rp600 juta-Rp700 juta per unit. Gunadi menargetkan, mobil militer ini akan dapat mulai diproduksi secara massal pada awal 2011.

    “Kalau sudah disetujui Departemen Ketahanan (Dephan), mudah-mudahan tahun ini bisa mulai. Tapi paling lambat tahun depan, kita perlu bicarakan konsep dasar industri," papar dia.

    Menurutnya, konsep pembuatan mobil militer ini akan dikembangkan oleh asosiasi automotif pertahanan. Konsep mobil militer ini menurut Gunadi di didukung oleh menteri perindustrian dan pertahanan.

    “Yang penting kan mobilisasi maupun infrastruktur maupun kemampuan di dalam negeri Kemudian industri swasta lainnya bergabung memanfaatkan ini semua, Dephan baru mengetahui dari paparan sebagian presentasi. Karena belum melihat wujudnya langsung, baru lihat foto, sejauh ini sih tanggapannya oke,” terang Gunadi.

    Sumber: OKEZONE

    Berita Terkait:

    1 komentar:

    KERIS NUSANTARA said...

    nah begitu pengusaha2 Indonesia bantu penuhi peralatan militer dan kalau bisa pengusaha go Publik Internasional. Jayalah pengusaha Ind

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.