ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Wednesday, April 21, 2010 | 11:42 AM | 0 Comments

    Rika Andiarti, Wanita Ahli Roket dan Kedirgantaraan


    JAKARTA - Tidak banyak wanita yang bekerja di bidang kedirgantaraan, dan Rika Andiarti merupakan salah satunya.

    Rika, demikian dia akrab disapa, baru tiga bulan menjabat sebagai Kepala Pusat Teknologi Dirgantara Terapan di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Wanita berjilbab ini membawahi puluhan insinyur dan pakar di bidang kedirgantaraan yang hampir didominasi oleh kaum pria.

    Sebelumnya, masih di LAPAN, dia menjadi Kepala Bidang Kendali Roket. Dengan keahliannya, Rika yang memiliki spesialisasi sebagai control engineering turut bersumbangsih dalam pembuatan roket. Salah satunya RX-420, yang merupakan roket terbesar yang dibuat LAPAN sebagai peluncur satelit Indonesia.

    Lulusan S3 bidang teknik kontrol Ecole Centrale Nantes, di Nantes, Prancis ini mengaku sangat senang dengan pekerjaannya. Menurutnya, pekerjaan di bidang ini sangat menantang. "Yang bekerja di bidang ini tidak banyak. Ini sangat menantang, benar-benar mengandalkan ilmu yang dimiliki sendiri. Karena ilmu seperti ini (kedirgantaraan) tidak terbuka," terang Rika saat berbincang dengan Okezone.

    Ibu dua orang anak ini menuturkan tidak ada kendala berarti selama menjalani pekerjaannya yang berkesan 'jantan'. "Mungkin bagi sebagian orang bidang ini terkesan macho, namun sebenarnya tidak begitu.Wanita-wanita yang bergerak di bidang ini, termasuk saya, lebih sering menangani pekerjaan yang bersifat non-fisik seperti desain, analisa dan membuat simulasi," jelasnya, seraya menegaskan bahwa pria maupun wanita memiliki kesempatan yang sama dan bisa bersaing untuk maju dalam hal apa pun.

    Meski dikenal sebagai wanita yang ahli di bidang teknologi kedirgantaraan, Rika merasa dirinya tidak seperti itu. Menurut wanita kelahiran Sukabumi, 30 Januari 1967 tersebut, teknologi kedirgantaraan, seperti pembuatan roket, bersifat multidisiplin ilmu. "Saya tidak merasa ahli. Tim yang terlibat, termasuk saya, memiliki spesialisasi masing-masing dan terjun kesitu," katanya.

    Itu sebabnya, dia pun tidak merasa bangga berlebihan, karena masih banyak target yang ingin dia capai bersama dengan timnya. Salah satunya adalah, menerbangkan satelit dengan roket buatan negeri sendiri pada 2014 mendatang. Saat ini Rika dan tim LAPAN tengah fokus pada pengembangan roket peluncur satelit yang lebih besar dari RX-420, yaitu RX-530.

    Menyambut hari Kartini, Rika berpesan kepada para wanita Indonesia untuk memupuk cita-cita setinggi-tingginya. "Kodrat sebagai wanita jangan dijadikan penghalang untuk mencapai apa yang kita inginkan," tandasnya.

    Sumber: OKEZONE

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.