ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Tuesday, November 23, 2010 | 11:52 PM | 0 Comments

    Rusia Khawatir Aksi Militer

    Korut Menembakkan Artileri Di Pulau Yeonpyeong, Korea Selatan 3Km Dari Perbatasan Korut-Korsel(Foto: theglobeandmail.com)

    MINSK, KOMPAS.com — Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, Selasa (23/11/2010), memperingatkan bahaya besar yang ditimbulkan dari penembakan Korea Utara ke sebuah pulau di Korea Selatan. Ia mengatakan bahwa situasi itu berpeluang berubah menjadi aksi militer.

    "Hal ini, sayangnya, bukan insiden pertama semacam ini," kata Lavrov kepada wartawan pada kunjungannya ke Minsk.

    "Ini sudah kasus ketiga tahun ini," tambahnya.

    "Ini bisa berubah menjadi aksi militer. Ini adalah bahaya sangat besar yang kita perlu hindari dengan segala cara yang mungkin," imbuhnya.

    Korea Utara menembakkan puluhan peluru artileri ke sebuah pulau di Korea Selatan, Selasa, dan menewaskan dua orang, mengakibatkan kebakaran serta memicu baku tembak seiring meningkatnya kewaspadaan militer Korea Selatan.

    Akibat insiden yang tampaknya merupakan salah satu insiden perbatasan paling serius sejak perang 1950-1953, pasukan Korea Selatan membalas tembakan dengan meriam.

    Lavrov juga tampaknya sangat mengutuk Korea Utara yang memulai terjadinya baku tembak. "Mereka yang memulai dengan menembak ke pulau Korea Selatan ... memikul tanggung jawab besar," kata Lavrov.

    Perlu dilakukan upaya segera untuk menghentikan baku tembak.

    Sumber: KOMPAS

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.