ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Tuesday, December 14, 2010 | 4:05 PM | 0 Comments

    Panglima Militer Korsel Mundur

    Panglima Militer Korsel Jenderal Hwang Eui-don Mundur.

    SEOUL, KOMPAS.com — Panglima militer Korea Selatan (Korsel) mengundurkan diri pada Selasa (14/12/2010) karena terkait dengan kontroversi investasi properti. Pengunduran diri panglima militer itu, Jenderal Hwang Eui-don, terjadi di tengah ketegangan yang meninggi antara Korsel dan Korea Utara (Korut) menyusul serangan artileri mematikan negara komunis itu bulan lalu.

    Seorang juru bicara kementerian pertahanan mengatakan kepada AFP bahwa pengunduran diri Hwang Eui-don telah diterima, tetapi juru bicara itu tidak memberikan rincian. Kantor berita Yonhap mengatakan, jenderal tersebut, yang ditunjuk untuk menduduki posisi itu pada Juni lalu, terlibat dalam kontroversi pencarian keuntungan melalui investasi properti.

    "Jenderal Hwang meminta pensiun menyusul laporan media tentang investasi propertinya karena ia menilai tidak pantas baginya untuk tetap menduduki jabatannya pada saat ia harus memimpin reformasi di ketentaraan," demikian pernyataan kementerian pertahanan.

    Pengunduran diri itu merupakan pukulan lanjutan bagi militer Korsel, yang banyak dikritik karena tanggapannya yang dinilai lemah terhadap serangan Korut pada 23 November lalu terhadap sebuah pulau dekat perbatasan Laut Kuning yang disengketakan. Menteri Pertahanan Kim Tae-Young mengundurkan diri setelah penembakan artileri Korut itu, yang menewaskan empat orang, termasuk dua warga sipil. Serangan itu merupakan serangan pertama terhadap daerah sipil di Korsel sejak perang tahun 1950-53 dan memicu krisis regional.

    Korsel menembakkan 80 peluru artileri ke Korut sebagai balasan, tetapi tidak melancarkan serangan udara. Pihak militer mengatakan, mereka akan menggunakan kekuatan udara jika Korut berulah lagi.

    Sumber: KOMPAS

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.