ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Wednesday, February 16, 2011 | 11:38 AM | 0 Comments

    Pengamat : Hibah F-16 Diterima, Tinggal Pikirkan Anggarannya

    F-16 A/B.

    INILAH.COM, Jakarta – Tambahan hibah dua squadron pesawat F-16 dari Amerika Serikat diharapkan bisa mencukupi pesawat tempur yang sudah ada untuk menjaga wilayah teritorial Indonesia. Asalkan, penempatan masing-masing pesawat ini tepat sehingga pihak-pihak yang mencoba mengusik daerah perbatasan, lebih takut melanggarnya.

    "Yang harus diperhatikan, mau disimpan dimana? Jangan sampai jangkauannya lebih lama sehingga musuh keburu kabur. Bagaimana pengaturan dan penempatannya," jelas pengamat militer Mufthi Makarim kepada INILAH.COM, Selasa (15/2/2011).

    Untuk menjaga wilayah teritorial yang sering menjadi masalah dengan beberapa negara tetangga, dikatakannya Indonesia harus siap dengan jumlah yang lebih banyak. Sebelumnya, Indonesia telah memiliki enam skuadron pesawat tempur. “Butuh properti dengan kelas fighter. Yang harus diperhatikan juga adalah bahan bakarnya, lalu anggarannya dari mana,” lanjutnya.

    Menurut Mufthi, keunggulan teknologi perang masih dipegang oleh Singapura. Namun, bukan berarti Indonesia kalah segala-galanya. Sebab, Indonesia masih punya perbedaan dengan negara tersebut. "Indonesia masih diperhitungkan, yang penting strateginya," katanya.

    Mufthi mengaku tidak terlalu terkejut dengan hibah ini. Sebab, Amerika Serikat sendiri sudah tidak menggunakan jenis ini. "Ini kan barang lama. Tidak ada sesuatu yang lebih hebat, apalagi Amerika Serikat sudah menggunakan jenis terbaru."

    Sebagaimana diberitakan, TNI menerima tawaran hibah dua skuadron pesawat tempur F-16A/B Fighting Falcon dari Amerika Serikat. Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengemukakan, proses persetujuan sudah disampaikan Kementerian Pertahanan dan kini menunggu konfirmasi dari pihak AS.

    Agus menuturkan, pertimbangan TNI menerima hibah dua skuadron F-16A/B Fighting Falcon itu dikarenakan lebih efektif dan efisien jika membeli enam pesawat sejenis yang baru.

    Sumber: INILAH

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.