ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Tuesday, February 15, 2011 | 5:30 PM | 0 Comments

    Pengamat : Pesawat Hibah F-16 Diambil dari 'Loakan' Arizona?

    F-16 A/B

    INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia diminta berhati-hati menerima pesawat hibah jenis tempur F-16A/B Fighting Falcon dari Amerika Serikat. Sebab, bisa saja pesawat tersebut diambil dari kuburan-kuburan pesawat yang ada di Arizona.

    "Jangan-jangan diambil dari kuburan-kuburan pesawat yang ada di Tuzon Arizona. Disana banyak pesawat bekas militer Amerika yang tidak digunakan lagi. Mau apa saja tersedia, ada Galaxi, F16, F5, semua ada," ujar pengamat pertahanan dan keamanan, Ade Nasution kepada INILAH.COM, Selasa (15/2/2011).

    Diceritakannya, kawasan tersebut adalah tempat pembuangan bekas pesawat-pesawat tempur AS yang sudah tidak digunakan lagi. Luas kuburan pesawat tersebut mencapai 10.00 hektar.

    Oleh sebab itu, lanjut Ade yang juga pengusaha alat-alat tempur ini, Pemerintah tidak boleh gegabah menerima saja. Walau itu dalam kapasitas hibah dari pemerintah AS. "Mesti dibaca riwayatnya, senjatanya ada atau tidak, sayap-sayapnya masih layak atau sudah haus (tidak layak terbang, red)," katanya.

    Jangan sampai, keberadaan pesawat ini justru menjadi rongsokan di Indonesia. "Percuma dong beli pesawat tapi tidak ada persenjataannya. Engine (mesin, red) ada atau tidak, terus jenisnya C atau E. Harus dilihat itu," ujarnya.

    Ade yang pernah mendatangkan pesawat tempur ke Indonesia ini juga mengaku jika untuk harga pesawat yang ada di kuburan-kuburan pesawat itu relatif terjangkau. "Itu karena saya pernah beli pesawat disana. Paling harganya 500 Dollar," pungkasnya.

    Seperti diberitakan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menerima tawaran hibah dua skuadron pesawat tempur F-16A/B Fighting Falcon dari Amerika Serikat (AS).
    Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengemukakan, proses persetujuan sudah disampaikan Kementerian Pertahanan dan kini menunggu konfirmasi dari pihak AS.

    "Prosesnya sedang berjalan, sudah ditindaklanjuti juga oleh Kementerian Pertahanan dan saat ini kita menunggu konfirmasi lebih lanjut dari AS tentang persetujuan RI atas hibah tersebut,"ujarnya.

    Agus menuturkan, pertimbangan TNI menerima hibah dua skuadron F-16A/B Fighting Falcon itu dikarenakan lebih efektif dan efisien jika membeli enam pesawat sejenis yang baru.

    Sumber: INILAH

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.