ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Thursday, September 23, 2010 | 10:20 PM | 0 Comments

    Indonesia Akan Miliki FBI dan CIA Tangani Teroris

    Densus 88 sedang menjaga tiga terduga teroris Medan yang dibawa ke RS Polri Soekanto, Jakarta, Rabu

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pembentukan badan penanggulangan terorisme yang terintegrasi dari Polri dan TNI saat ini sedang digodok di Kementrian Pertahanan. Nantinya, badan ini akan memiliki tugas seperti FBI (Federal Bureau of Investigation) dan CIA (Central Intelligence Agency).

    "Badan tersebut berbentuk pasukan khusus yang terdiri dari berbagai angkatan dalam TNI dan Polri,"kata Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Agus Suhartono saat fit and proper test calon Panglima TNI di Komisi I DPR, Jakarta, Kamis (23/9/2010).

    Menurut Agus, diperlukan penggiatan dalam penanganan terorisme. Karena itu, badan khusus ini akan memiliki intelejen, penanggulangan, dan penyelesaian hukumnya sendiri.

    Nantinya, dalam badan tersebut Polri diturunkan sebagai pengintai seperti FBI, BIN dipersiapkan seperti CIA, dan TNI sebagai special force-nya. "Itu konsep yang sedang kami bahas,"ujarnya.

    Saat ini diakui bahwa sudah hampir memasuki tahap kritis. Tetapi, sesuai dengan undang-undang TNI belum bisa masuk keranh tersebut dan dianggap polisi masih mampu menghadapi bahaya terorisme. "TNI akan turun apabila diminta polisi. Itu undang-undangnya," ujar Agus.

    Sumber: TRIBUN

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.