ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Friday, September 24, 2010 | 12:57 PM | 0 Comments

    Update : "Human Error" atau Masalah Teknis?


    Kepulan asap mengudara sesaat setelah pesawat Cessna yang dipiloti Alexander Supeli jatuh di lanud Hussein Sastranegara, Bandung, Jumat pagi.


    BANDUNG, KOMPAS.com - Komandan Lanud Hussein Sastranegara Kolonel Penerbang Acep Adang Supriadi mengatakan pihaknya segera melakukan kerjasama dengan pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT untuk memastikan penyebab kecelakaan pesawat Cessna jenis Super Dekatlon tahun 1996 yang jatuh 200 meter dari sisi landas pacu, Jumat (24/9/2010) pagi.

    Acep memastikan, pesawat milik PT Dirgantara Indonesia itu berada dalam kondisi layak terbang. Pasalnya, sebelum penerbangan pada pukul 10.08 WIB tersebut, pesawat yang sama sudah berhasil melakukan aksi akrobatik udara pada pukul 08.00. Selain itu, udara di kawasan Bandung siang ini pun dalam kondisi yang baik.

    Kecelakaan tersebut berlangsung sangat cepat. Empat menit setelah mengudara, pesawat jatuh dan terbakar. Sebelumnya, pesawat itu sempat melakukan manuver invertik, yakni aksi terbang terbalik. Jarak pesawat dengan permukaan tanah pun sangat dekat ketika manuver itu dilakukan, sekitar tiga sampai empat meter.

    Ketika akan membalikkan pesawat pada kondisi normal, salah satu sayap menghantam tanah, dan pesawat terjungkal, lalu terbakar. "Pilot tidak sempat memberikan pemberitahuan apa-apa. kejadiannya sangat cepat," kata Acep

    Tujuh menit setelah kejadian, evakuasi penyelamatan baru dilakukan. Beruntung, Alexander Supeli, pilot PT DI yang melakukan atraksi tersebut lolos dari maut dan saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RS Hassan Sadikin, Bandung.

    Sumber: KOMPAS

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.