ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Wednesday, September 22, 2010 | 5:32 PM | 0 Comments

    KPK: Calon Panglima TNI Taat Laporkan Hasil Kekayaan

    Laksamana TNI Agus Suhartono. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi mengatakan, calon Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono adalah perwira yang taat melaporkan hasil kekayaannya. "Sejauh ini KPK belum pernah menerima laporan mengenai calon Panglima TNI tersebut," kata Pimpinan KPK Bibit Samad Rianto dalam jumpa pers di KPK, Rabu, (23/9).

    Menurut Bibit, dari PPM yang membawahi pengaduan masyarakat, tidak pernah ada laporan terkait Laksamana (Agus Suhartono). Dari Deputi penindakan juga tidak ada penyelidikan, penyidikan atau penindakan terhadap dia. Begitu juga dari Deputi pencegahan. Terakhir dia melaporkan LHKN pada 10 April 2010. "Gimana informasi ini diolah teman-teman DPR, monggo," kata Bibit kepada wartawan.

    Saat ditanya apakah laporan tersebut sudah diverifikasi, Bibit mengatakan, KPK sudah memverifikasi laporan hasil kekayaan tersebut. Sayangnya, dia enggan menyebutkan jumlah kekayaan Laksamana TNI Agus Suhartono karena terkait hak privacy seseorang.

    Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi I, Tubagus Hasanudin mengatakan, pihaknya mendatangi KPK dalam rangka proses uji kelayakan dan kepatutan terhadap Laksamana Agus Suhartono. Agus menjadi calon tungga Panglima TNI. "Kami ke KPK untuk menanyakan apakah calon yang diajukan memiliki sangkut paut dalam hal korupsi atau tidak, " katanya.

    Selain ke KPK, anggota komisi I lainnya juga mendatangi Komnas HAM untuk melihat rekam jejak Kepala Staf TNI Angkatan Laut tersebut. Tak hanya itu, Komisi I juga telah menerima masukan dari berbagai pihak menegnai track record Laksamana Agus Suhartono itu. "Kami terbuka untuk laporan-laporan dalam beberapa hari ini, dari LSM, dari masyatakat dan lainnya."

    Komisi I, kata Agus, telah menerima laporan dari salah seorang purnawirawan TNI terkait sengketa tanah. Walaupun tidak melibatkan Laksamana Agus Suhartono secara langsung, tapi Komisi akan menanyakan hal itu ke Agus pada saat fit and proper test.

    Sumber: TEMPO

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.