ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Tuesday, September 21, 2010 | 3:48 PM | 0 Comments

    Untung TNI AU Tak Serang Densus 88

    illustrasi (Foto: Berita Hankam)

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi Hukum DPR RI Bambang Soesatyo bersyukur aksi arogan detasemen khusus 88 yang tanpa koordinasi memasuki bandara Polonia tak berbuntut bentrok.

    Pasalnya, TNI Angkatan Udara pun memiliki kewenangan untuk menjaga wilayah yang dilintasi Densus 88 saat membekuk teroris di Medan.

    "Ini untung saja TNI AU tidak menyerang Densus 88," ujar Anggota Komisi Hukum DPR RI Bambang Soesatyo kepada tribunnews.com di Jakarta, Selasa (21/9/2010).

    Politisi asal Partai Golkar ini memahami bila kemudian korps TNI tersinggung, dan kemudian melayangkan teguran ke institusi Polri.

    "Ini karena tidak ada koordinasi mabes polri. Apalagi membawa senjata lengkap," kata Bambang. "Siapapun dia, apapun pangkatnya kalau masuk area lembaga lain harus ada koordinasi karena ini soal menjaga wilayah."

    Lebih lanjut Bambang justru mempertanyakan langkah kepolisian yang enggan berkoordinasi dengan pihak TNI Angkatan Udara.

    "Tugas negara kalau menimbulkan pertikaian buat apa. Tugas negara akan bagus kalau ada koordinasi," imbuhnya.

    Sebelumnya pihak TNI AU keberatan dengan tindakan Densus 88 saat mendarat di Bandara Polonia Medan. Densus 88 diduga telah melanggar prosedur penerbangan sipil di Bandara tersebut.

    Hal itu terjadi pada Senin 13 September lalu, dimana saat itu personel Densus 88 berjalan kaki memasuki kawasan Bandara Polonia untuk menaiki pesawat carter melalui Pos Golf Bravo yang tidak terbuka bagi sipil.

    Para petugas TNI AU ini meminta para anggota Densus 88 masuk melalui terminal keberangkatan atau VIP Room Bandara. Namun para anggota Densus bersikukuh dengan alasan demi tugas negara.

    Atas kejadian tersebut dikabarkan pihak Komandan Pangkalan TNI AU Medan kemudian menyurati Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara memprotes peristiwa itu.

    Sumber: Tribun

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.