ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Thursday, October 21, 2010 | 12:05 AM | 0 Comments

    Indonesia Harus Miliki "Blue Water Navy"


    Makassar (ANTARA News) - Indonesia harus meningkatkan kemampuan armada Angkatan Lautnya dari "Green Water Navi" menjadi "Blue Water Navy".

    Peningkatan ini sangat penting, mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dan harus memiliki armada laut yang kuat, kata Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Prof Ikrar Nusa Bhakti, di Makassar, Rabu.

    Untuk meningkatkan angkatan laut menjadi Blue Water Navy, minimal Indonesia harus memiliki armada penghancur atau destroyer.

    Indonesia saat ini hanya mampu memiliki Green Water Navy atau armada laut sekelas Fregate untuk memperkuat angkatan laut.

    Menurutnya, armada laut fregate ini berada empat tingkat di bawah kapal induk, atau berada di urutan terakhir setelah Aircraft Carrier, Cruiser dan Destroyer.

    Dengan angkatan laut Green Water Navy, TNI Angkatan Laut Indonesia hanya mampu untuk menjaga wilayah laut Indonesia saja.

    "Jika dibandingkan dengan sejumlah negara yang baru berkembang, seperti India dan China, masing-masing telah memiliki rencana strategis untuk memiliki empat kapal induk," tuturnya.

    Rencana pemilikan empat kapal induk tersebut akan terealisasi pada tahun 2020.

    Pada tahun 2011, India bahkan sudah memiliki dua kapal induk, sedangkan China sebanyak satu unit.

    "Meskipun China dan India bukan merupakan negara kepulauan, namun negara tersebut tetap memperkuat armada lautnya," terangnya.

    Peningkatan angkatan laut ini menjadi hal yang mutlak dilakukan untuk menghadapi perubahan arsitektur global setelah Perang Dingin, yang salah satunya dalam hal perspektif militer.

    Sumber: ANTARA

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.