ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Friday, October 22, 2010 | 11:38 PM | 0 Comments

    Presiden Meminta Kementerian dan Lembaga Negara Lakukan Efisiensi Anggaran


    Minimum Essential Force (MEF) TNI

    Bogor: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta seluruh kementerian dan lembaga negara untuk mengefisienkan pembelanjaan anggran negara. Presiden juga telah menugaskan Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto, Kepala BPKP, dan Mendagri Gamawan Fauzi untuk merumuskan langkah optimasi pada jajaran pemerintahan pusat maupun daerah. Presiden mengatakan hal ini pada bagian lain pengantarnya ketika membuka Sidang Paripurna Kabinet di Istana Bogor, Kamis (21/10) siang.

    Menurut Presiden, lembaga kepresidenan sejak tahun 2005 sampai tahun 2009 selalu mengembalikan anggaran mulai dari yang paling rendah Rp 50 miliar sampai yang paling tinggi Rp 80 miliar per tahun. "Atas dasar pengalaman itu, saya meminta Mensesneg bersama-sama dengan elemen yang ada di lembaga kepreidenan, coba dilihat pembelanjaan yang riil, apa bisa kita lakuan penghematan secara signifikan," ujar Presiden.

    Dengan pengalaman 5 tahun ini, Mensesneg Sudi Silalahi hari ini melaporkan kepada Presiden SBY bahwa anggaran lembaga kepresidenan bisa menghemat 10,47 persen atau setara dengan Rp 200 miliar lebih untuk tahun anggaran 2011. "Saya yakin kementerian dan lembaga yang saudara pimpin ini pun bisa melakukan hal yang sama. Saya yakin di daerah-daerah, di provinsi , kabupaten, dan kota bisa juga melakukan hal yang sama," Presiden SBY menjelaskan.

    Apabila semua bisa betul-betul dioptimalkan, efisien, misalnya 10 persen saja, maka penghematan APBN bisa mencapai sekitar Rp 1.100 triliun lebih. Ini termasuk penghematan anggaran kementerian lembaga dan daerah yang akan mencapai Rp 60 triliun. "Rp 60 triliun inilah yang bisa kita gunakan untuk banyak hal, yang selama ini barangkali kita tutup dengan utang. Kalau itu menyangkut alutsista TNI, kita tutup dengan kredit ekspor, yang itu juga utang," kata SBY. "Inilah barangkali selama ini angka defisit kita menjadi tidak turun-turun," SBY menambahkan.

    Sumber: PRESIDEN RI

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.