ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Thursday, November 18, 2010 | 8:47 AM | 0 Comments

    Industri Swasta Pertahanan Mulai Bergeliat

    Payung udara Garuda 1-P Buatan CV Maju Mapan

    JAKARTA (SINDO) – Tekad pemerintah menjadikan tahun 2010 sebagai era kebangkitan industri pertahanan dalam negeri diikuti dengan geliat industri-industri untuk melakukan inovasi serta produksi.

    Tidak hanya Badan Usaha Milik Negara industri pertahanan seperti PT Pindad dan PT PAL yang mulai unjuk gigi dalam melakukan inovasi senjata pertahanan, tapi industri swasta juga mulai mengembangkan sayapnya. Salah satunya CV Maju Mapan, sebuah industri kecil bidang pertahanan dari Tulungagung, Jawa Timur, yang mulai meramaikan pasar pertahanan. CV Maju Mapan berhasil membuat payung udara orang yang diberi nama Garuda 1-P.

    Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Dislitbangad) dan Angkatan Udara (Dislitbangau) pun telah menyatakan payung udara Garuda 1-P lulus uji. “Seluruh material parasut harus memenuhi standar militer dan sebelum masuk proses pembuatan harus diuji terlebih dulu meliputi uji kekuatan tarik bahan, uji gosok, uji perembesan, serta uji ketebalan dan lebar,” ungkap Kepala Divisi Produksi Payung CV Maju Mapan Suwarnu saat ditemui di sela-sela Indo Defence,Aerospace and Marine 2010 di Jakarta.

    Geliat inovasi industri pertahanan juga datang dari PT Intralink Sinergi yang berhasil menemukan simulator Panser Anoa. Presiden Direktur PT Intralink Sinergi, Teguh Setiabasa, mengungkapkan, simulator tersebut serupa dan sebangun dengan Panser Anoa yang dibuat PT Pindad. Yang membanggakan, ungkap Teguh, tidak satu pun bahan baku termasuk perangkat lunak simulator tersebut diimpor.

    Sumber: SINDO

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.