ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Friday, November 19, 2010 | 9:31 AM | 0 Comments

    TNI AL Turunkan Dua Kapal Perang ke Nunukan


    NUNUKAN,tribunkaltim.co.id - TNI Angkatan Laut bertindak serius terhadap dugaan penyiksaan yang dilakukan Polis Gerakan Am (di Indonesia sama dengan Brimob) terhadap empat nelayan Indonesia Senin (15/11/2010) lalu di perairan perbatasan RI-Malaysia, sekitar Pulau Sekaca, Nunukan.

    Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Letkol Laut (P) Rachmad Jayadi mengatakan, selain meningkatkan intensitas patroli, pihak TNI AL juga menambah kekuatan dengan menurunkan dua kapal perang.

    Saat ini satu Kapal Republik Indonesia (KRI) yakni KRI Sorong 911 sudah bertambat di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan. "Sekarang KRI Tedung Selar 824 sedang meluncur dari Surabaya ke Nunukan," kata Danlanal melalui Pasop Lanal Nunukan Kapten Laut(P) Ghofar.

    Seperti diberitakan sebelumnya, empat nelayan Indonesia Ermansyah, Budi Sabadri, Janirun dan Randi diduga disiksa Polis Gerakan Am Malaysia saat memancing di perairan perabatasan RI-Malaysia.

    Selain ditampar dan direndam di laut serta dipaksa berenang ke Pos Pamtas TNI AD Pulau Sekaca, para WNI itu juga diminta menyerahkan uang senilai Rp 5 juta dan dua senapan angin.

    Sumber : TRIBUN

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.