ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Tuesday, August 31, 2010 | 5:11 PM | 0 Comments

    Diplomasi Bermartabat Harus Didukung Ekonomi dan Militer

    Jakarta (ANTARA News) - Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan di DPR RI, Tjahjo Kumolo, setuju Pemerintah RI harus memainkan diplomasi bermartabat, termasuk menghadapi Malaysia, tetapi itu mestinya harus didukung dua kaki yang tangguh, yakni "kaki ekonomi" dan "kaki militer".

    "Dua kaki ini pernah menempatkan posisi Indonesia lebih tinggi ketimbang Malaysia, yakni di zaman (Presiden) Bung Karno," katanya kepada ANTARA News di Jakarta.

    Ketika itu, menurut dia, militer Indonesia terkuat nomor dua di Asia, ditambah lagi sumberdaya alam (SDA)-nya masih utuh.

    "Sehingga, kita berani men-declare ganyang Malaysia," ujarnya.

    Selama masa Orde Baru (Orba), Indonesia lebih banyak membangun political power ketimbang pembenahan alat utama sistem persenjataan (Alutsista).

    "Akibatnya, Malaysia menyalip Indonesia di bidang kekuatan militernya plus ekonomi nasionalnya. Sekarang kita menyaksikan, jutaan TKI cari nafkah di sana dan lain-lain Negara, karena tuntutan hidup keluarga, juga apalagi jaminan ekonomi negerinya makin minim," ungkapnya.

    Tjahjo Kumolo menegaskan, waktunya sekarang kita memperkuat kaki-kaki ekonomi dan militer serta peningkatan seluruh kemampuan bangsa.

    "Indonesia harus dengan gagah berani membangun maritime power-nya. Ini harus diutamakan. Karena sebagai kepulauan, hal ini justru terabaikan selama ini," katanya.

    Kondisi-kondisi inilah yang dikatakannya setidaknya makin melemahkan posisi RI dalam menghadapi Malaysia.

    "Jargon `ini dadaku, mana dadamu` memang tinggal sejarah. Makanya, mari bersama kita rajut kebangkitan untuk kejayaan bangsa, dimulai dengan membangun kekuatan maritim untuk menjaga kedaulatan wilayah NKRI," tegasnya.

    Tjahjo Kumolo menyatakan, apa pun dan bagaimana pun, pembangunan kekuatan maritim harus diutamakan, sebagaimana perintah dan amanat Undang Undang Nomor 34 tentang TNI.

    Sumber: ANTARA

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.