ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Thursday, October 14, 2010 | 10:44 PM | 0 Comments

    Menlu: Perlu Mekanisme Peninjauan Kemitraan RI-Rusia

    Mendag Menginginkan Sukhoi Diproduksi Di Indonesia untuk Kawasan Regional (Foto: Forum Kami)

    Jakarta (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa akan melakukan kunjungan singkat ke Rusia pada 15 Oktober, menyatakan akan membahas pembentukan mekanisme peninjauan secara berkala dari kemitraan strategis kedua negara.

    Mekanisme ini memungkinkan kedua pihak dapat memonitor kemajuan hubungan kerjasama bilateral, kata Menlu RI, yang akan berkunjung atas undangan Menlu Rusia, Sergey V.Lavrov, demikian siaran berita yang diterima ANTARA dari Kementerian Luar Negeri RI, Kamis.

    Dalam pertemuan nanti, kata Marty, akan membahas mengenai tindak lanjut dari Deklarasi Kemitraan Strategis RI - Rusia yang ditandatangani pada 21 April 2003 di Moskow.

    Pertemuan juga akan membahas tindak lanjut dari sejumlah kerja sama yang telah disepakati di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi, termasuk di bidang alat-alat berat dan pabrikasi peralatan komunikasi berbasis satelit serta kerjasama pengembangan sistem keamanan dan teknologi informasi.

    Dalam bidang perhubungan akan dibahas tentang kemungkinan pembukaan rute penerbangan langsung RI-Rusia oleh Garuda Indonesia, dan investasi Rusia pada pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Tengah.

    Kedua Menlu juga akan memanfaatkan pertemuan ini untuk saling bertukar pikiran mengenai isu global dan regional, diantaranya pembentukan arsitektur baru kawasan dengan memasukkan Rusia dan AS dalam East Asia Summit, keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2011 dan rencana penyelenggaraan ASEAN-Russia Summit kedua di Hanoi, 30 Oktober 2010.

    Menlu RI juga memaparkan, mengenai isu global akan membahas bersama Menlu Rusia masalah Semenanjung Korea, proses perdamaian di Timur Tengah, nuklir Iran, stabilisasi kondisi di Irak, Afghanistan dan Kosovo.

    Sumber: ANTARA

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.